Angka Pengangguran di Kaltara Meningkat

Oleh: Eldwin Sangga 07 Maret 2018 | 14:40 WIB

Bisnis.com, TARAKAN - Ketua DPRD kaltara, Marten Sablon berharap pemerintah daerah bisa membuka pintu seluas-luasnya bagi investor yang ingin masuk untuk berinvestasi di provinsi termuda di Indonesia ini. Tujuannya adalah untuk menekan angka pengangguran yang terus meningkat setiap tahunnya.

Sesuai data BPS Kaltim, jumlah angkatan kerja di Kaltara pada Agustus 2017 mencapai 330.731 orang, bertambah sebanyak 42.209 orang dibanding angkatan kerja Agustus 2016 (288.522 orang). Jumlah penduduk yang bekerja di Kaltara pada Agustus 2017 mencapai 312.416 orang, bertambah sebanyak 38.993 orang dibanding keadaan pada Agustus 2016 (273.423 orang).

Sementara, Tingkat pengangguran Terbuka (TPT) di Kaltara pada Agustus 2017 mencapai 5,54 persen atau sebanyak 18.315 orang, mengalami kenaikan dibanding TPT Agustus 2016 sebesar 5,23 persen (15.099 orang).

“Angka pengangguran di Kaltara akan semakin meningkat setiap tahunnya, hal ini disebabkan kurangnya lapangan kerja dibandingkan dengan pertumbuhan angkatan pencari kerja, baik yang dari lulusan SLTA maupun lulusan perguruan tinggi,” katanya.

Marten juga menyatakan, kondisi perekonomian yang lesu turut menyumbang pengangguran. Sebab, beberapa sektor tercatat mengurangi jumlah tenaga kerjanya karena tidak sesuainya antara pemasukan dengan cost pengeluaran.

“Di beberapa perusahaan swasta justru mengefesiensi penerimaan pegawai karena kondisi perekonomian yang belum menunjukan ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

Politisi Partai Demokrat ini pun berharap, pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota bisa menyerap investor sebanyak-banyaknya untuk masuk ke Kaltara. Dengan asumsi, keberadaan mereka akan mampu menyerap tenaga kerja yang ada di Kaltara.

“Yang perlu dilakukan pemerintah baik provinsi maupun kabupaten dan kota adalah mengupayakan penawaran kesempatan berinvestasi baik kepada investor lokal maupun luar daerah,” tuturnya.

Kaltara menurut Marten memiliki sejumlah potensi yang masih bisa dimaksimalkan guna menunjang terbukanya lapangan pekerjaan. Dengan memanfaatkan potensi itu, Marten pun memiliki keyakinan angka pengaturan akan lebih jauh menurun.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya