Pacu Jumlah Investor, BEI Sasar Pasar Tradisional di Balikpapan

Oleh: Fariz Fadillah 09 Maret 2018 | 16:40 WIB
/JIBI-Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, BALIKPAPAN- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memacu pertumbuhan investasi di Kalimantan, salah satunya melalui pasar tradisional.

Sementara, mayoritas investor baru pada 2017 mencapai 130 ribu yang didominasi oleh kalangan usia muda.

“Untuk pertumbuhan pasar tradisional memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi,” jelas Direktur Utama BEI Tito Sulistio.

Di Pasar Tradisional Sepinggan Balikpapan misalnya ,BEI melansir, jumlah perputaran uang mencapai Rp17,2 miliar per bulan.

Perlahan pihaknya ingin jumlah investor di Kaltim yang per 31 Januari 2018 sebanyak 8.813 single investor identification (SID) bertambah.

Adapun di level nasional jumlah investor baru pada 2017 tercatat sebanyak 130 ribu, dengan nilai transaksi perhari mencapai 7,5 triliun.

“Mayoritas investor baru itu semua anak muda. Tahun kemarin [pertumbuhan] pertama kali domestik 60 persen, dan 40 persen asing. Kita sudah jadi tuan rumah di negeri sendiri untuk pasar modal,” kata Tito.

Sedangkan penambahan investor baru untuk tahun ini ditargetkan sebanyak 140 ribu melalui 100 galeri investasi di pasar.

“Galeri investasi di pasar tradisional untuk menghapus kesan bahwa pasar modal hanya untuk masyarakat golongan tertentu saja.”

Keberadaan galeri pasar juga penting dalam meningkatkan edukasi dan literasi di masyarakat. Sebab di dalamnya semua publikasi dan bahan cetakan mengenai pasar modal yang diterbitkan oleh BEI , termasuk peraturan dan Undang-Undang Pasar Modal disediakan.

Informasi dan data yang ada di Galeri Investasi BEI dapat digunakan baik untuk tujuan akademik dan penelitian, maupun sebagai referensi dalam pengambilan keputusan saat melakukan transaksi jual dan beli Efek.

Galeri sebagai satu cara memperluas inklusivitas Pasar Modal Indonesia dengan menggandeng Perguruan Tinggi dan Anggota Bursa.

Sebelumnya, menggandeng PT Phintraco Sekuritas dan Universitas Balikpapan, satu galeri investasi pasar modal pertama di Kalimantan sekaligus kedua di Indonesia, tepatnya di Pasar Sepinggan Kota Balikpapan diresmikan, Kamis (8/3).

Melalui program Yuk Nabung Saham masyarakat Balikpapan dapat terlibat dalam pasar modal melalui pembukaan rekening efek sebesar Rp100 ribu saja.

BEI mencatat sejauh ini terdapat 347 Galeri Investasi BEI di seluruh Indonesia sudah berdiri, termasuk Galeri Investasi Kampus, Non Kampus dan Pasar.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya