Ekonomi Kaltara 2018 Ditaksir Tumbuh 7,10%

Oleh: Eldwin Sangga 12 Maret 2018 | 15:14 WIB
Ekonomi Kaltara 2018 Ditaksir Tumbuh 7,10%
Gubernur Kaltara Irianto Lambrie

Bisnis.com, TARAKAN – Geliat perekonomian di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus mengalami tren pertumbuhan yang positif. Memasuki triwulan I pada 2018 diperkirakan tumbuh pada level 6,40% hingga 6,80% (yoy).

Pertumbuhan perekonomian Kaltara ini disumbang oleh masih terbatasnya pertumbuhan lapangan usaha pertambangan yang turut berdampak terhadap ekspor luar negeri.

Demikian disampaikan Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie yang berdasar pada rilis Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional (KEKR) Provinsi Kaltara-Februari 2018 oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kaltara, Kamis (8/3/2018).

Masih berdasarkan kajian BI, kata Irianto, perekonomian Kaltara pada triwulan II 2018 diperkirakan akan kembali tumbuh pada kisaran 6,90% hingga 7,30% (yoy), atau lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

“Dari sisi lapangan usaha, meningkatnya ekonomi Kaltara bersumber dari peningkatan kinerja lapangan usaha konstruksi dan pertambangan. Sementara dari sisi permintaan, peningkatan terutama berasal dari kinerja ekspor luar negeri dan investasi sejalan dengan meningkatnya kinerja lapangan usaha pertambangan dan konstruksi,” ujar Irianto.

Secara komulatif tahunan, ekonomi Kaltara tahun ini diperkirakan akan kembali tumbuh lebih baik dibandingkan tahun lalu dengan range sebesar 6,70% hingga 7,10% (yoy).

“Kajian BI juga menginformasikan bahwa dari dalam negeri, peningkatan diperkirakan berasal dari sektor konstruksi sejalan dengan terus berlanjutnya percepatan pembangunan proyek strategis dan infrastruktur yang dilakukan sepanjang 2018,” papar Irianto.

Sedangkan dari kajian inflasinya, BI memperkirakan bahwa tingkat inflasi Kaltara pada triwulan II 2018 berada pada range 2,00% hingga 2,40% (yoy). Atau, lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang didorong meredanya tekanan inflasi pada kelompok administered prices dan volatile food.

Secara komulatif tahunan, jelasnya, inflasi Kaltara tahun ini diperkirakan berada pada range 2,90% sampai 3,30% (yoy) atau masih berada dalam sasaran target inflasi nasional 2018, yaitu pada kisaran 3,5 + 1 % (yoy).

Tekanan inflasi Kaltara 2018 diperkirakan bersumber dari kelompok administered prices atau kelompok komoditas yang perkembangan harganya diatur oleh pemerintah, dan volatile food atau kelompok barang konsumsi masyarakat yang pergerakan harganya harganya bergerak sangat volatile. Seperti, bahan makanan atau beras.

“Saya memang berharap Kaltara meski masih berusia muda, mampu menunjukkan kinerja yang cepat dan tepat dalam memicu pertumbuhan ekonomi sembari menekan inflasi. Dan, sesuai kajian BI, tahun ini Kaltara harus mampu merealisasikan range inflasi hingga 3,30% itu. Caranya, dengan mengurangi tekanan terhadap kelompok administered prices dan volatile food,” beber Irianto.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya