International Direct Call jadi Alternatif Pendongkrak Ekonomi Kaltim

Oleh: Fariz Fadhillah 27 Maret 2018 | 20:47 WIB
International Direct Call jadi Alternatif Pendongkrak Ekonomi Kaltim
Kaltim Kariangau Terminal. /Kaltim Kariangau

Bisnis.com, BALIKPAPAN- Pemerintah Provinsi Kaltim akan melirik layanan international direct call di terminal peti kemas atau TPK Kariangau Balikpapan sebagai penopang alternatif dalan merealisasikan target ekspor 2018 meningkat dari realisasi 2017.

"Ekspor non migas Kaltim 2017 mencapai sebesar US$13,22 juta, yang bila dibandingkan 2016 sebesar US$10,06 juta meningkat berkisar 31,50 %. Kenaikan ekspor, lebih karena membaiknya harga batu bara di pasar internasional," ulas Kepala Dinas Perindagkop Kaltim Fuad Assadin kepada Bisnis belum lama ini.

Realisasi ekspor terbesar masih dari sektor pertambangan dengan komoditas batu bara yang 2017 mencapai US$9,72 juta diikuti oleh hasil pertanian dan perkebunan, hasil industri kimia, perikanan dan kelautan, hasil industri logam dan lain-lain.

Untuk wilayah Kalimantan Timur produk unggulan yang diekspor menurutnya, terdapat 7 unggulan selain sektor pertambangan.

Hanya saja, selama ini dalam melakukan ekpsor komoditi itu harus melalui Surabaya dan Jakarta.

“Selama ini ekspor melalui Tanjung Perak, Surabaya, dan Tanjung Priok, Jakarta,” ungkapnya.

Dia meyakini dengan adanya direct call akan diikuti dengan peningkatan nilai ekspor Provinsi Kalimantan Timur.

Dia menambahkan sebanyak 150 pelaku usaha dan ekspor di Kaltim siap mendukung layanan ekspor satu pintu ini. Karena itu, dia mengatakan pemerintah siap memfasilitasi dan membina para pengusaha di Kaltim terutama mereka yang memiliki potensi ekspor.

Terpisah, adanya direct call, diperkirakan akan menunjang pertumbuhan ekonomi Kalim yang tahun ini diperkirakan berkisar 3,2%.

"Di Makassar pertumbuhan ekonominya tahun ini diperkirakan mencapai 7,9%. Itu sebagian sumbangsih dari ekspor, karena direct call di sana sudah lancar,” terang Direktur Utama PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) Balikpapan M. Basir kepada Bisnis.

Sektor Batu Bara Penopang Utama

Komoditas batu bara masih menjadi unggulan dan mendominasi capaian ekspor non migas Provinsi Kaltim sepanjang 2017.

Komoditi pertambangan masih menduduki peringkat pertama dalam kegiatan ekspor atau sekitar 88,9% dari seluruh produk komoditas Kaltim.

Adapun realisasi untuk ekspor sektor pertambangan dengan komoditi batubara sebesar US$9,73 juta.

Dari sejumlah komoditi ekspor tersebut bahwa ekspor non migas Kaltim berjumlah US$13,22 juta.

Sedangkan capaian ekpor migas sebesar US$4,2 miliar. Secara total ekspor Kaltim pada 2017 menyentuh US$17,4 miliar.

Pada tahun ini Pemprov mematok target ekspor naik 15% dari capaian 2017.

Jika dilihat realisasi ekspor non migas 2017 sebelumnya mengalami kenaikan sebesar 31,50% apabila dibandingkan dengan 2016.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya