Operasional Perdana Bandara APT Pranoto, Ratusan TK Bakal Diserap

Oleh: Fariz Fadhillah 27 Maret 2018 | 19:16 WIB
Operasional Perdana Bandara APT Pranoto, Ratusan TK Bakal Diserap
Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak ketika meninjau Bandara APT Pranoto di Samarinda pada November 2017./Humas Pemprov Kaltim

Bisnis.com, BALIKPAPAN- Pemerintah Provinsi Kaltim bertekad menyerap ratusan tenaga kerja baru pada operasional Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto.

Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) APT Pranoto melansir, karyawan organik atau staf mulai dari administrasi sampai teknisnya sebanyak 483 orang yang akan dibutuhkan.

Jumlah itu di luar kebutuhan petugas keamanan sebanyak 90 orang dan cleaning service 121 orang.

"Penyerapan akan dilakukan secara bertahap saat bandara sudah beroperasi penuh," jelas Kepala Dinas Perhubungan Kaltim Salman Lumoindong dihubungi Bisnis, Selasa (27/3).

Lebih jauh Salman mengatakan penyerapan tenaga kerja akan diprioriraskan pada warga lokal, menyesuaikan bidang dan kompetensi dibutuhkan pihak pengelola bandara.

Satu sisi, tim dari Kementerian Perhubungan RI sejak pekan lalu masih terus memverivikasi bandara yang terletak di kelurahan Sungai Siring-Samarinda tersebut.

Pengecekan mencakup semua peralatan dan fasilitas areal terminal pun disiapkan tim UPBU menyambut verivikasi.

Diharapkan, April sertifikat dapat diterima pemerintah provinsi untuk status bandara dengan begitu peresmian sudah dapat dilakukan.

"Tim [Kemenhub] sedang berkerja. Kami perkirakan tiga hari ke depan selesai, kami optimistis APT Pranoto dapat status tersertifilasi," sambungnya.

Verifikasi dilakukan setelah runway Bandara Internasional APT Pranoto sepanjang 2.250 meter selesai. Secara prinsip landasan bandara ini sudah selesai dan siap didarati.

Adapun manajemen UPT Temindung menargetkan akhir April 2018 sudah pindah kantor hingga operasional bandara dapat dimulai.

"Ketika beroperasi diharapkan bisa mendukung operasional penerbangan pesawat jenis express maupun Susi Air lebih dulu, demi mendukung penerbangan

lokal Kaltim."

Selanjutnya, tidak menutup kemungkinan, penerbangan internasional bisa dilakukan. Mulai Samarinda-Kucing Malaysia maupun Samarinda-Singapura. Tetapi, tentu tergantung Kementerian Perhubungan sebagai pemberi izin.

Demikian pun penerbangan nasional, Samarinda-Surabaya, Samarinda - Yogjakarta, Samarinda-Makassar dan Samarinda-Banjarmasin.

Sejumlah maskapai penerbangan pun dikatakan sudah menjajaki dan melihat langsung progres kesiapan bandara ini.

"Sejumlah maskapai sudah survei, mulai Garuda Indonesia menyatakan siap. Kemudian Wings Air juga demikian. Kemudian maskapai lainnya juga demikian," tutur Salman.

Samarinda sebelunya memiliki Bandara Temindung. Namun, bandara ini hanya bisa didarati oleh pesawat kecil, yakni jenis Cassa NC-212 dan ATR-42. Sebab, panjang landasan pacu 940 meter (m) dan Lebar 23 m.

Rute penerbangan pun terbatas di kawasan Kaltim saja. Pengembangan bandara ini tidak memungkinkan lagi karena padatnya penduduk di sekitar bandara.

Di Bandara Internasional APT Pranoto juga sudah dilengkapi Terminal Penumpang yang mampu menampung 1.000 penumpang di jam sibuk, Landasan Pacu, Air Traffic Control (ATC) dan Hanggar.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya