Kaltara Terbuka untuk Kerjasama Bilateral dengan China

Oleh: Eldwin Sangga 12 April 2018 | 14:02 WIB
Kaltara Terbuka untuk Kerjasama Bilateral dengan China
Suasana Pertemuan Bilateral RI-China/Istimewa

Bisnis.com, TARAKAN - Gubernur Kaltara Irianto Lambrie bersama delegasi dari Indonesia yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, mulai mengikuti sejumlah kegiatan setibanya di Beijing, Republik Rakyat China (RRC), Kamis (12/4).

Dalam akun media sosial Irianto, dia menuliskan pertemuan yang diberi nama Belt and Road Trade and Investment Forum nanti, Menko Kemaritiman  menyampaikan beberapa hal, terkait dengan pandangan Pemerintah RI terhadap kerjasama bilateral antara RI-RRC.

Selain dari Indonesia dan RRC, pertemuan ini juga dihadiri perwakilan negara dan pelaku bisnis dari Asia Pasifik, Australia, Eropa hingga Afrika.

"Saya turut diundang sebagai salah satu anggota delegasi Indonesia, karena Kalimantan Utara termasuk provinsi yang menjadi bagian dari kerja sama bilateral bidang ekonomi dalam One Belt One Road (OBOR)-Belt Road Initiative (BRI) Indonesia-RRC," kata Irianto.

Rombongan delegasi dari Indonesia sendiri, antara lain Kepala BKPM, Thomas Limbong, Deputi Menko Kemaritiman Bidang Infrastruktur, Deputi Menteri PPN/Ka Bappenas dan mantan Dubes RI untuk RRC, Soegeng Rahardjo.

Kegiatan Belt and Road Trade and Investment Forum rencananya digelar tanggal 12-14 April 2018.

Pertemuan ini membahas rencana dan realisasi investasi yang digagas oleh Pemerintah RRC, yang meliputi energi, industri, pariwisata, perdagangan, pengembangan teknologi dan peningkatan kerja sama ekonomi regional maupun global, baik secara bilateral maupun multilateral.

Untuk diketahui, Forum ini diselenggarakan atas kolaborasi China Council for the Promotion of International Trade, China Chamber of International Commerce dan World Chambers Federation, dengan sponsor Silk Road Business Council.

"Forum ini juga makin menyadarkan dunia global, bahwa RRT telah tampil sebagai salah satu "raksasa" ekonomi dunia, yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi dan politik global," katanya.

Selain itu, forum ini juga sangat besar manfaatnya dengan rencana investasi di Kalimantan Utara.

Untuk itu, perlu disadari oleh semua pihak, bahwa realisasi investasi berskala besar dan global, membutuhkan proses waktu dan tahapan yang memenuhi persyaratan peraturan perundangan di masing-masing negara.

Di samping juga sangat ditentukan oleh respons dan sikap pemerintah dan masyarakat setempat.

Banyak rencana investasi berskala besar dan global yang gagal diwujudkan. Ini karena respons dan sikap pemerintah maupun masyarakatnya sendiri.

"Seperti lamban dalam pelayanan investasi, sikap malas, tidak berdisiplin, kerap berprasangka buruk, penuh curiga, berpikir negatif, dan banyak provokasi. Termasuk sikap cengeng dan mudah menyerah," paparnya.

Menurutnya, jika ingin memiliki daya saing yang tangguh, masyarakat Kalimantan Utara perlu berpikiran terbuka (open minded), bekerja keras dan bekerja cerdas. Jangan ada kata menyerah, lelah, putus asa.

"Jangan mengeluh dan berpikiran sempit, jika kita ingin berjuang untuk kesejahteraan bersama dan menyebarkan kebaikan," tuturnya.

"Itulah juga sebagian perilaku yang diwujudkan oleh kebanyakan pemimpin dan masyarakat RRC dan menjadikan mereka kuat dan tangguh daya saingnya, mandiri, disegani dan bermartabat."

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya