Proyek Kereta Api Kalimantan Dicoret dari PSN. Begini Siasat Pemda

Oleh: Fariz Fadhillah 18 April 2018 | 23:43 WIB
Ilustrasi: Kereta Api Bandara melintas di jalur perlintasan kereta di Tangerang, Banten, Senin (19/3). /Bisnis-Jody Kinarwan

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Skema pembiayaan yang dinilai belum jelas membuat proyek kereta api perdana di Kaltim dikeluarkan dari proyek strategis nasional.

Komisi Penyediaan Percepatan Infrastruktur Prioritas mencoret nama proyek KA perdana di Kalimantan itu lantaran konstruksi ataupun financial close diperkirakan tak dapat direalisasikan sampai kuartal ketiga 2019.

Selain KA Kalimantan, komisi turut mencoret 13 proyek lain karena dianggap tak mampu memenuhi kriteria utama tersebut.

Namun Kepala Biro Humas Setdaprov Kaltim Tri Murti Rahayu memberikan klarifikasi terkait pemberitaan sejumlah media seputar pencoretan 14 proyek strategis nasional (PSN).

Menurut Tri, perlu dipahami PSN tidak sama dengan public private partnership (PPP). "Kalau PPP, itu inisiatif Pak Gubernur [Awang Faroek Ishak],yang sangat menyadari rel kereta api tidak mungkin dibangun dengan APBN,” kata Tri Murti, Rabu (18/4/2018) dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis.

Rencana pembangunan jalur rel kereta api ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan PSN yang dicoret. Menurut dia, pembangunan ini murni menggunakan investasi dari BUMN Rusia yang resmi tercatat di BKPM.

PSN yang dicoret Presiden Jokowi itu adalah rencana pembangunan jalur rel kereta api dari Kalimantan Barat melewati Kalimantan Tengah, lanjut ke Kalimantan Selatan, kemudian tersambung dengan Kalimantan Timur dan tembus hingga Kalimantan Utara.

Pemikiran awalnya, kata dia, untuk membangun interkoneksi lima provinsi di Kalimantan dengan jalur rel kereta api. Total panjang rel kereta apinya sekitar 2.428 km. Rencana itu benar merupakan bagian dari program strategis nasional yang baru saja dicoret Presiden Jokowi.

"Jadi, itu bukan jalur kereta api yang nanti akan dibangun oleh Russian Railways melalui PT. KAB (Kereta Api Borneo). Ini yang harus diluruskan. Biar masyarakat tidak salah memahami," lanjutnya.

Dia mengungkapkan, saat ini semua rencana pembangunan jalur rel kereta api akan dikerjakan oleh Russian Railways dan anak perusahaanya, PT. KAB.

Sudah menjadi kebijakan Pemerintah Rusia yang melarang perusahaan Rusia lainnya mengerjakan jalur rel kereta api, termasuk juga Blackspace yang sudah melakukan groundbreaking 1 Desember 2016.

Saat ini PT. KAB lebih fokus untuk membangun General Transshipment Terminal (terminal pengangkutan umum) di Kawasan Industri Buluminung yang menjadi bagian dari konsep pengembangan rencana investasi mereka di Kaltim.

Untuk konstruksi rel kereta api wilayah selatan (PPU-Kubar) akan dimulai sekitar pertengahan 2019 sepanjang 203 km.
Sedangkan untuk jalur utara dari Tabang (Kutai Kartanegara) sampai Lubug Tutung (Kutai Timur) sepanjang 217 Km masih akan dilakukan negosiasi dengan perusahaan-perusahaan pemilik konsesi tambang di sana.

Jalur ini nantinya akan terhubung dengan Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK).

"Secara periodik mereka aktif menyampaikan laporan. Setiap perkembangan juga terus mereka laporkan. Baik terkait pembebasan lahan maupun berbagai kelengkapan perizinannya," ungkap Tri.

Saat ini pembebasan lahan di Buluminung sudah mencapai 200 hektar. Dengan investasi mencapai puluhan triliun rupiah, dia yakin perusahaan Rusia ini sangat serius mengembangkan investasi mereka di Kaltim, baik untuk kawasan industri, terminal pengangkutan umum maupun pembangunan jalur rel kereta api.

Tri Murti juga meluruskan pemberitaan seputar program Beasiswa Kaltim Cemerlang yang diberikan kepada ratusan pelajar yang saat ini sedang menimba ilmu di sejumlah institut perkeretaapian di Rusia.

"Biaya untuk ratusan pelajar kita itu sharing Pemprov Kaltim dengan Russian Railways. Kita hanya memberikan untuk cost living (biaya hidup) pelajar mereka. Sedangkan untuk biaya perkuliahan hingga buku-buku dan lainnya itu full dari Russian Railways," tegasnya.

Adapun PT Kereta Api Borneo (KAB) selaku penggarap sampai sejauh ini baru memasuki fase pertama atau penyusunan master plan pembangunan rel. Anak perusahaan PT Russia Railways itu masih berkutat pada persiapan lahan, survei engineering, desain, jalur yang disepakati, pembebasan lahan, hingga perizinan.

KAB siap mengucurkan dana hingga US$2 miliar untuk pembangunan kereta api di Kalimantan Timur. Pemerintah sedang melakukan percepatan penyelesaian kawasan industri yang terhubung, yakni KEK Buluminung PPU dan KEK MBTK Maloy di Kutim.

 

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer