11 Kelurahan 100% Bersih dari Tumpahan Minyak

Oleh: Fariz Fadhillah 19 April 2018 | 08:57 WIB
11 Kelurahan 100% Bersih dari Tumpahan Minyak
Ratusan warga berkumpul untuk membersihkan pesisir Pantai Kilang Mandiri di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (4/4). Masyarakat bersama instansi pemerintah dan aparat keamanan setempat membersihkan beberapa pantai wisata di kota tersebut guna memulihkan kondisi pesisir Balikpapan yang tercemar tumpahan minyak. ANTARA FOTO/Sheravim

Bisnis.com, BALIKPAPAN -- PT Pertamina (Persero) melaporkan progres pembersihan lingkungan dan perairan di 11 kelurahan yang terdampak tumpahan minyak, baik di Balikpapan dan Penajam Paser Utara (PPU), sudah 100% bebas dari film minyak dan sisa minyak.

Pertamina menerjunkan tim verifikasi sejak kasus tumpahan minyak yang terjadi di perairan Teluk Balikpapan pada 31 Maret 2018. Tim terdiri dari perwakilan Pemerintah Kabupaten/Kota, dinas terkait, Pertamina, dan perwakilan masyarakat yang bertugas mengidentifikasi kondisi sisa ceceran minyak di sejumlah wilayah terdampak.

Klaim penyelesaian pembersihan itu disebutkan dari hasil verifikasi tim dari 13 Kelurahan di Kota Balikpapan dan 8 Kelurahan. Serupa di Kabupaten Penajam Paser Utara, 3 Kelurahan telah dinyatakan 100% bersih dari tumpahan minyak.

“Masih terdapat 17 kelurahan yang akan dilakukan proses pemantauan kebersihan,” jelas Region Manager Communication & CSR Kalimantan PT Pertamina (Persero) Yudy Nugraha ketika dikonfirmasi Bisnis, Rabu (18/4/2018).

Dia menjelaskan tim verifikator melakukan verifikasi terhadap aspek yang perlu dilihat, di antaranya, penampakan minyak di perairan dan di darat, serta dampak minyak yang terdapat di lokasi yang dipantau. Selain itu, juga dilakukan penilaian terhadap kondisi kebersihan di area yang dipantau sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan.

Tim verifikator memberikan penilaian berdasarkan kriteria persentase dengan jangkauan 0%-100%. Kisaran 0%-25% berarti terdapat banyak minyak di perairan dan bibir pantai dan terdapat banyak sisa minyak menempel pada dinding pemecah ombak dan mangrove.

"Kisaran 76%-100% artinya sudah tidak terlihat film dan sisa minyak di perairan dan bibir pantai serta tidak ada minyak menempel pada dinding pemecah ombak dan mangrove,” jelas Yudy.

Dia menambahkan paralel dengan verifikasi visual, Pertamina dan pemerintah juga melaksanakan pengujian baku mutu air pasca pembersihan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui tercemar atau tidaknya air di wilayah tersebut serta menentukan area yang masih perlu dilakukan pembersihan dan identifikasi peralatan yang dibutuhkan.

Adapun tim verifikasi yang sudah turun sejak 10 April 2018 akan terus berupaya mencapai target akhir dari kegiatan pembersihan.

“Termasuk verifikasi kembali dan untuk memastikan bahwa target [pembersihan] tersebut sudah tercapai,” pungkas Yudy.

Terkait kemungkinan adanya pipa kelima setelah dilakukannya analisis mangnomometer oleh Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal), dia memilih untuk tidak berkomentar.

Terbaru, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengeluarkan imbauan, batasan, dan larangan untuk tidak beraktivitas, berenang, dan bermain di sepanjang pesisir pantai dan laut Balikpapan. Dalam keterangan resminya, hal itu dilakukan mengingat masih banyak ditemukan pasir dan batu karang yang terindikasi atau terkontaminasi limbah berbahaya dan beracun (B3).

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya