Pertamina Kalimantan Antisipasi Kenaikan Konsumsi BBM & LPG

Oleh: Fariz Fadillah 11 Mei 2018 | 20:34 WIB
Awak mobil tangki (AMT) bersiap melakukan pengisian bahan bakar minyak ke dalam mobil tangki Pertamina/JIBI-Nurul Hidayat

Bisnis.com, BALIKPAPAN- Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VI memastikan stok BBM dan LPG di Kalimantan aman jelang Ramadan dan Idul Fitri 1439 H yang tinggal menghitung hari.

Untuk Kaltim Pertamina telah menyiapkan stok produk Premium hingga 811 KL per hari atau 13 % lebih tinggi dari rata-rata harian normal.

“Dengan mempertimbangkan tren konsumsi BBM dan LPG yang terjadi tahun lalu, Pertamina telah menyiapkan stok tambahan yang bervariasi di tiap-tiap daerah dengan rata-rata kenaikan 15 % untuk produk BBM dan 7 % untuk LPG,” kata GM Marketing Operation Region VI, Made Adi Putra di Balikpapan, Jumat (11/5) sore.

Pertamina menilai kenaikan konsumsi BBM dan LPG pada momen Ramadan dan Idul Fitri adalah hal lumrah, apalagi saat puncak arus mudik dan arus balik.

Pertamina memperkirakan produk BBM Non Subsidi seperti Pertamax dan Pertalite diperkirakan akan mengalami kenaikan konsumsi yang tidak signifikan dan dapat diantisipasi sampai dengan kenaikan 3%.

Sedangkan, kata dia, untuk BBM jenis gasoil seperti Solar dan Dexlite, trennya akan cenderung menurun hingga 14 % dengan rata-rata konsumsi harian sebesar masing-masing 428 KL dan 2 KL.

Walaupun terdapat jenis BBM yang diestimasi turun, kata Made, pihaknya akan tetap melakukan pemantuan harian guna mengantisipasi kebutuhan yang diluar prediksi.

Pemantauan lebih intensif disebutkan akan dilakukan di titik kepadatan seperti jalan poros Balikpapan - Samarinda dan di pusat wisata seperti arah Pantai Lamaru, Pantai Manggar dan Pantai Teritip kawasan Balikpapan Timur.

Tidak jauh berbeda dengan produk BBM, Pertamina juga telah menyiapakan antisipasi kenaikan konsumsi produk LPG
khususnya 3 Kg.

Melihat tren konsumsi pada momen yang sama sebelumnya, kenaikan konsumsi LPG 3 Kg di Kalimantan Timur diperkirakan mencapai angka 11 % atau sekitar 362 MT per hari jika dibandingkan dengan rata-rata konsumsi normal. Sedangkan untuk LPG Non-Subsidi diprediksi mengalami peningkatan hingga 12 % dengan rata-rata konsumsi 99,28 MT per hari.

Made menambahkan kenaikan tren konsumsi hingga 10 % menjadi 386 KL per hari juga dialami oleh produk Avtur. Hal ini dikarenakan adanya penambahan jadwal penerbangan menjelang arus mudik maupun arus balik Hari Raya Idul Fitri.

Angka tersebut merupakan prediksi kenaikan yang terjadi di DPPU Sepinggan yang melayani kebutuhan penerbangan di Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan.

Adapun DPPU mencatat sebanyak kurang lebih 95 penerbangan komersial maupun charter dari 32 maskapai serta melayani penerbangan dari Angkatan Udara sebanyak rata-rata 3 penerbangan setiap harinya.

Diperkirakan peningkatan konsumsi avtur maupun produk BBM lainnya terjadi secara signifikan sejak H-4 dan H+6 Hari Raya Lebaran.

“Kami juga sudah menyiapkan tim Satgas untuk mengamankan distribusi BBM dan LPG ke masyarakat, termasuk melakukan pemantauan berkala,” kata dia.

Diketahui Pertamina telah membentuk satuan tugas mulai aktif bekerja pada H-15 hingga H+15 Idul Fitri. Satgas diperkuat oleh person in charge (PIC) dari berbagai fungsi diantaranya Sales Excecutive baik Retail Maupun Domestic Gas, Aviasi, Supply & Distribution, Keuangan, IT dan didukung penuh oleh Hiswana Migas.

Dia menambahkan pada H-5 s.d H+5 Idul Fitri, satgas dan supply point seperti TBBM dan Terminal LPG, kata dia, jika diperlukan akan beroperasi selama 24 jam sebagai langkah antisipasipada puncak arus mudik dan arus balik.

Satu sisi, penambahan armada mobil tangki sebanyak 49 unit, untuk memperkuat armada normal yang berjumlah 478 unit mobil tangki turut dilakukan.

"Koordinasi dengan pihak eksternal, seperti pemerintah daerah setempat, kepolisian hingga dinas-dinas terkait akan terus dilakukan oleh Pertamina."

 

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya