6 Negara Ramaikan Festivasl Adat Erau di Kutai Kartanegara

Oleh: Sophia Andayani 05 Juli 2018 | 19:29 WIB
Kapal pembawa sepasang Naga dari Kedaton Ing Martadipura atau Museum Mulawarman tiba di Desa Kutai Lama Kecamatan Anggana Kutai Kartanegara, Minggu (14/6/2015). Mengulur naga ini adalah puncak acara Erau yang ditunggu masyarakat untuk belimbur atau siraman air./Bisnis-Muhamad Yamin

 

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Erau International Folk Art Festival (EIFAF) kembali digelar oleh Pemerintah Kutai Kartanegara (Kukar).  Tahun ini perhelatan budaya tersebut diikuti oleh enam negara yaitu Hongaria, India, Meksiko, Polandia, Rumania, dan Turki. 

Dikatakan oleh Sri Wahyuni, Festival Director EIFAF VI 2018, terdapat beberapa agenda menarik selama tanggal 21- 29 Juli mendatang. Pihaknya menyiapkan 14 venue yang tersebar mulai dari keraton (Museum Mulawarman), Kdaton, Stadiun Rondong Demang, Pulau Kumala dan Gedung Puteri Karang Melenu.

“Enam negara itu akan tampil bersama kesenian rakyat daerah Kukar dengan jumlah lebih kurang 78 grup dan dari daerah nusantara lainnya,” jelasnya, Kamis (5/7/2018). 

Erau Kutai dengan ragam seni budaya yang memeriahkannya telah mendapat penghargaan Anugrah Pesona Indonesia pada tahun 2016, dalam kategori festival budaya terpopuler di tanah air. Pada tahun yang sama EIFAF juga ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dari Kaltim, sementara tahun ini EIFAF ditetapkan sebagai salah satu dari 100 event pilihan dari Kementerian Pariwisata yang tergabung dalam Wonder Event Indonesia. 

“Erau merupakan upacara adat di lingkungan Kesultanan Kutai Kertanegara, pertama kali dilaksanakan pada upacara tijak tanah dan mandi ke tepian ketika pertama kali Aji Batara Agung Dewa Sakti berusia lima tahun. Setelah dewasa dan diangkat jadi Raja Kutai Kartanegara yang pertaman (1300-1325). Sejak itulah Erau selalu diadakan setiap terjadi penggantian dan penobatan raja,” terang Sri. 

Sri menambahkan, sejak tahun 2009 pemerintah Kukar menjadikan Erau sebagai agenda tetap yang dilaksanakan setiap bulan Juli. Beberapa agenda diantaranya adalah kirab budaya internasional, festival kesenian rakyat, beseprah (makan bersama duduk bersila di jalan utama Tenggarong), festival kuliner, upacara adat pedalaman, festival seni tradisi kutai, dan belibur yaitu acara adat saling siram air bersih.  

Editor: Sutarno

Berita Terkini Lainnya