Ekonomi Bertumbuh di Kaltim, Properti Semakin Dilirik Investor

Oleh: Zufrizal 16 Juli 2018 | 07:26 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Pengembang properti meyakini bahwa perekonomian yang terus bertumbuh di Kalimantan Timur karena ditopang oleh pembangunan di berbagai sektor membuat provinsi itu semakin dilirik investor.

AVP Marketing PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) Agung Wirajaya mengatakan bahwa pembangunan yang berpotensi mengerakkan perekonomian di Kaltim antara lain rencana PT Pertamina memodifikasi kilang BBM.

Selain itu, tuturnya, Pemprov Kaltim juga tengah mengembangkan delapan kawasan prioritas guna memacu pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketergantungan dari sektor pertambangan dan penggalian.

Pembangunan jalan tol Balikpapan—Samarinda yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir tahun ini juga akan menambah nilai tambah bagi Kaltim.

“Seperti yang kita ketahui, pembangunan jalan tol ini menjadi perhatian serius Presiden Joko Widodo. Dengan beroperasinya jalan tol ini, tentunya akan semakin mudah untuk bepergian dan beraktivitas dari Balikpapan menuju Samarinda atau sebaliknya,” tuturnya melalui siaran pers, Minggu (15/7/2018).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur Muhammad Nur belum lama ini mengatakan bahwa pada kuartal ketiga 2018, ekonomi Kaltim diperkirakan mengalami pertumbuhan meski tidak sekuat kuartal sebelumnya.

Perlambatan dari sisi lapangan usaha diproyeksi terjadi karena adanya deselerasi pada lapangan usaha pertanian dan lapangan usaha tersier.

Sementara itu, dari sisi konsumsi terjadi deselerasi kinerja konsumsi rumah tangga sebagai akibat normalisasi permintaan setelah Ramadan, Idulfitri, dan pilkada.

Menurut Agung, Balikpapan juga bakal semakin dilirik investor seiring dengan rencana Badan Perencanaan Pembangunan Daerah yang akan mengembangkan 19% lahan di wilayah timur dan utara kota itu menjadi kawasan hunian.

Dia optimistis kehadiran superblok Borneo Bay City yang dikembangkan peseroan di Balikpapan juga akan semakin menambahkan nilai dan daya tarik tersendiri.

Borneo Bay City merupakan superblok yang dikembangkan APLN melalui anak usahanya, yakni PT Pandega Citra Niaga. Kawasan superblok ini mengintegrasikan hunian, bisnis, dan perdagangan.

Kawasan terintegrasi tersebut menempati lahan seluas 8,50 hektare dan di dalamnya terdapat tujuh menara apartemen Borneo Bay Residence total 1.220 unit yang dibangun di atas mal lima lantai.

Selain itu, di dalam kawasan Borneo Bay City juga terdapat tiga mal, hotel berbintang lima, taman alami, dan gourmet tower.

“Berbagai teknologi terbaru juga melengkapi kenyamanan penghuni apartemen kami,” Kata Agung.

Chief Executive Officer Borneo Bay City Paul Christian mengklaim bahwa unit apartemen yang tersedia di kawasan supeblok ini telah habis terjual lebih dari 80% sejak awal peluncurannya.

Penutupan atap bangunan juga telah dilakukan tahun lalu. Tahun ini, para penghuni dijadwalkan sudah bisa menempati unit apartemen mereka.

“Kami tengah melakukan proses serah terima unit secara bertahap agar para penghuni dapat segera menempati unit mereka,” ujar Paul.

Paul mengatakan bahw Borneo Bay City akan dilengkapi berbagai infrastruktur berstandar internasional, Balikpapan pun layak dinobatkan sebagai The New Metropolitan City dengan fasilitas super lengkap.

"Borneo Bay City adalah bentuk dukungan APL untuk memperkuat perekonomian dan pembangunan Kota Balikpapan menuju Kota Balikpapan sebagai The New Metropolitan City," kata Paul.

Editor: Zufrizal

Berita Terkini Lainnya