Gubernur Kaltara: Perhubungan & Telekomunikasi Picu Inflasi Tinggi

Oleh: Eldwin Sangga 27 Juli 2018 | 17:32 WIB
Gubernur Kaltara: Perhubungan & Telekomunikasi Picu Inflasi Tinggi
Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie/Bisnis.com-Eldwin Sangga

Bisnis.com, TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie mengungkapkan tarif penerbangan merupakan salah satu pemicu inflasi di provinsi yang dipimpinnya.

Selama ini, ujarnya, inflasi terutama dikaitkan dengan melejitnya harga pangan. Padahal, di Kaltara misalnya, perhubungan juga variabel pengerek inflasi. Selain perhubungan, lanjutnya melaui siaran pers yang diterima Bisnis pada Jumat (27/7/2018), komunikasi juga mengontribusi bagi kenaikan laju inflasi.

Irianto bersama sejumlah gubernur dari berbagai provinsi pada Rabu (25/7/2018) malam, menghadiri Sarasehan Nasional yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) di Jakarta.

Sarasehan bertema ‘Mempercepat Pembangunan Infrastruktur untuk Mewujudkan Stabilitas Harga dan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif serta Berkualitas’ ini, menghadirkan sejumlah panelis. di antaranya Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Kepala Bappenas) Bambang Brodjonegoro, dan Gubernur BI Perry Warjiyo.

“Seperti disampaikan Gubernur BI, inflasi kita cukup baik yaitu 3,4%. Dari beberapa pembicara, pangan selalu menjadi pembahasan. Padahal, ada sektor lain yang tak kalah besar pengaruhnya terhadap kenaikan inflasi yaitu telekomunikasi dan perhubungan,” paparnya.

Di Kaltara, lanjutnya, salah satu penyebab tingginya inflasi karena tingginya tarif penerbangan. Ini perlu menjadi perhatian pemerintah, di samping soal pangan. Oleh sebab itu, dia mengusulkan agar subsidi ongkos angkutan untuk warga di perbatasan lebih ditingkatkan.

Irianto menguraikan lebih jauh banyak sisi perekonomian yang dikupas dalam serasehan tersebut di antaranya infrastruktur yang memang penting dalam menunjang pertumbuhan ekonomi.

Mengutip Menko Perekonomian, kata Irianto, pembangunan infrastruktur sudah berjalan baik. Namun, terpenuhinya infrastruktur belum bisa menjaga stabilitas harga jika biaya logistik masih mahal. Untuk itu, perlu perbaikan tata kelola logistik.

“Satu hal yang ditekankan adalah pentingnya kekompakan dan perlunya leadership yang memberikan contoh yang baik. Ini salah satu kunci keberhasilan pembangunan termasuk kemajuan secara ekonomi,” jelasnya.

Di forum itu, Irianto mengungkapkan pentingnya konektivitas untuk mendukung pertumbuhan terutama di wilayah pinggiran atau perbatasan, seperti Kaltara. Terbangunnya sarana infrastruktur jalan dan jembatan, menunjang geliat ekonomi masyarakat di provinsi tersebut.

Dia memaparkan masyarakat di perbatasan menikmati jalan mulus beraspal. Ini sangat menguntungkan masyarakat karena memacu efisiensi waktu dan biaya. “Pengeluaran masyarakat pun berkurang. Pemberian pelayanan kepada masyarakat pun makin mudah.”

Irianto melanjutkan sarasehan itu juga menyoroti disiplin data termasuk soal kemiskinan. Sejauh ini, menurutnya, data kemiskinan terkadang masih kurang akurat sehingga banyak masyarakat yang menyalahgunakan kelemahan itu.

Dia memberi contoh dalam kebijakan penerimaan siswa baru lalu, yang memprioritaskan warga miskin untuk diterima di sekolah, tanpa dilihat nilainya.

“Sama seperti yang disampaikan Pak Ganjar (Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah), dengan kebijakan ini menjadi banyak orang yang tiba-tiba memiliki SKTM [Surat Keterangan Tidak Mampu]. Ini akibat disiplin data kurang,” kata Irianto.

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya