Kinerja Perbankan Kaltim Moncer, OJK Dorong Kredit Sektor Produktif

Oleh: Sophia Andayani 08 Agustus 2018 | 15:05 WIB
Nasabah bertransaksi melalui mesin anjungan tunai mandiri di Tangerang, Banten./JIBI-Dwi Prasetya

Bisnis.com, BALIKPAPAN -- Kinerja keuangan bank umum konvensional dan syariah Kalimantan Timur menunjukkan pertumbuhan pada semester I/2018.

Aset perbankan di provinsi itu tumbuh 4,78% secara year-on-year (yoy) menjadi Rp99,89 triliun, sedangkan Dana Pihak Ketiga naik 5,44% menjadi Rp91,93 triliun. Adapun penyaluran kredit meningkat 2,78% menjadi Rp70,61 triliun.

Pertumbuhan penyaluran kredit sejalan dengan terus membaiknya risiko kredit. Rasio kredit bermasalah alias Non Performing Loan (NPL) gross turun menjadi 5,57% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang masih berada di level 8,22%.

Namun, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Dwi Ariyanto mengatakan meningkatnya penyaluran kredit pada semester I/2018 relatif stagnan karena pada periode yang sama tahun lalu tumbuh 2,18% secara yoy.

"Berdasarkan jenis penggunaan, Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Konsumsi masing-masing tumbuh 6,59% dan 6,84%, yang menunjukkan adanya ekspansi kegiatan usaha. Terutama, pada sektor ekonomi Pemilikan Peralatan Rumah Tangga lainnya termasuk pinjaman multiguna dan Pemilikan Rumah Tinggal, Perdagangan Besar dan Eceran, Industri Pengolahan, Pertanian, Perburuhan dan Kehutanan. Sementara itu, Kredit Investasi turun 6,47%," ungkapnya dalam keterangan resmi, Rabu (8/8/2018).

Porsi Kredit Konsumsi masih menjadi yang terbesar dari total penyaluran kredit, yakni sebesar 36,75% atau Rp25,95 triliun. KMK memiliki porsi Rp25,46 triliun atau 36,06%, sedangkan Kredit Investasi Rp19,2 triliun atau 27,19%.

Di sisi DPK, jumlah tabungan bertumbuh 11,47% secara yoy atau lebih besar dari kenaikan secara nasional yang sekitar 10,47%. Adapun deposito meningkat 1,19% dan giro menyusut 0,66%.

Tabungan juga masih mendominasi porsi DPK yaitu sebesar Rp43,73 triliun atau 47,56% dari total DPK. Sementara itu, deposito tercatat senilai Rp30,53 triliun atau 33,21% dan giro sebesar Rp17,67 triliun atau 19,23%.

"Jika dilihat, Loan to Deposit Ratio (LDR) semester I/2018 sebesar 76,81%, yang berarti bank masih memiliki potensi untuk memacu kredit. Namun, dengan tetap selektif dan mengedepankan prudential dan prinsip kehati-hatian, terutama terhadap sektor usaha yang memiliki potensi risiko tinggi," tegas Dwi.

Dengan kondisi ekonomi Kaltim yang menunjukkan tren perbaikan dan didukung kinerja perbankan yang stabil serta longgarnya LDR, OJK mengimbau perbankan untuk menyalurkan kredit secara prudent pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan sektor lain yang potensial. 

Sektor yang dinilai potensial misalnya pariwisata, pengolahan serta pertanian dalam arti luas, perikanan, dan peternakan. 

Terkait masih tingginya NPL gross, OJK meminta perbankan untuk melanjutkan konsolidasi internal untuk memperbaiki kredit bermasalah, baik melalui restrukturisasi maupun penyelesaian kredit sesuai ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya