100% Fiber Optic, Kaltara Menjadi Provinsi Broadband Modern

Oleh: Eldwin Sangga 31 Agustus 2018 | 06:30 WIB
100% Fiber Optic, Kaltara Menjadi Provinsi Broadband Modern
Gubernur Kaltara Irianto Lambrie serta Komisaris Utama dan Direksi PT Telkom dalam kegiatan Provinsi Kaltara sebagai Provinsi Broadband Modern pertama di Indonesia, Kamis (30/8/2018)./Bisnis.com-Eldwin Sangga

Bisnis.com, TARAKAN – Kalimantan Utara telah diresmikan sebagai Provinsi Broadband Modern.

Peresmian itu dilakukan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie bersama Komisaris Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Hendri Saparani dan Direktur Network & IT Solution Telkom Zulhelfi Abidin di Tarakan pada Kamis (30/8/2018).

“Seluruh wilayah di Kaltara saat ini telah dilayani dengan kabel fiber optic, terutama di wilayah Tarakan, Bulungan, termasuk Pulau Bunyu, ibu kota kabupaten Nunukan dan Pulau Sebatik, kabupaten Tana Tidung dan Kabupaten Malinau,” ujar Zulhelfi.

Dengan infrastruktur fiber optic tersebut, masyarakat Kaltara dapat menikmati akses Internet dengan bandwidth hingga 100 Mbps.

Pada kesempatan yang sama, Telkom juga meresmikan pengoperasian  Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang menghubungkan Tarakan dengan Balikpapan.

Dengan adanya SKKL sepanjang 1.000 km tersebut, jalur backbone network yang mencatu Kaltara bertambah dari kapasitas 2 x 10 Gbps menjadi 10 x 10 Gbps dan masih dapat terus ditingkatkan.

Selanjutnya, Telkom akan menggelar SKKL Maatanusa (Makajang, Tawau, Nunukan, Sangatta) untuk meningkatkann kualitas layanan internet bagi masyarakat Kaltara.

Telkom juga menggelar proyek IKK yang menghubungkan Tanjung Selor, KTT dan Malinau sepanjang 228 km dan diestimasikan selesai akhir tahun 2018.

“Telkom menyadari, bahwa pertumbuhan sektor telekomunikasi akan berdampak kepada pertumbuhan ekonomi dan untuk Telkom turut membangun telekomunikasi di wilayah Kaltara sebagai provinsi termuda di Indonesia,” jelas Zulhelfi.

Peresmian Tarakan Broadband Modern merupakan bagian dari road map plan modernisasi akses internet di seluruh wilayah Kalimantan yang direncanakan selesai pada akhir 2018.

Menurut Zulhelfi, Telkom berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan internet yang terus meningkat, baik secara kuantitas maupun kualitas bandwidth yang diperlukan, serta memenuhi kebutuhan pemerintah provinsi untuk dapat mencapai mencapai mimpinya menjadikan Kaltara sebagai provinsi yang terdepan melalui pembangunan smart city dan e-govermenment di Kaltara.

Sementara itu, Telkom dan pemerintah provinsi Kaltara telah membangun kerja sama dalam penyediaan layuanan Astinet, Mangosky, VSAT, VPN IP dxan Wifi Station.

Untuk sektor pendidikan, telah terjalin juga kerja sama dalam penyediaan layanan bagi UNBK dan PPDB online 2018.

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya