Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya Operasikan Terminal Baru mulai 2019

Oleh: Rustam Agus 08 September 2018 | 16:22 WIB
Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya Operasikan Terminal Baru mulai 2019
Bandara Tjilik Riwut/Antara

Bisnis.com, PALANGKARAYA--Terminal baru Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, rencananya beroperasi awal tahun 2019 dan pengelolaanya dikerjasamakan dengan pihak Angkasa Pura II.

"Rencana pengoperasian tersebut karena gedung serta berbagai fasilitas pendukung lainnya telah dinyatakan siap," kata Kepala Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya Paryono, di Palangka Raya, Sabtu.

Dia mengatakan sekarang ini sedang diupayakan dan segera tuntas yakni masalah kelistrikan di Terminal Baru.

"Memang sudah ada yang bisa dioperasionalkan dan bermanfaat, tapi belum sepenuhnya tuntas," tambah dia seperti dikutip Antara., Sabtu (9/8).

Meski terminal baru Bandara Tjilik Riwut itu akan beroperasi awal 2019, namun sifatnya minimal atau belum sepenuhnya. Sebab, apron atau tempat parkir pesawat terbang dari lokasi lama ke yang baru masih terus dilakukan pengerjaan.

Paryono mengatakan, di terminal baru tersebut nantinya penumpang yang turun dari pesawat akan dilayani dengan Garbarata. Garbarata itu jembatan berdinding dan beratap yang menghubungkan ruang tunggu penumpang ke pintu pesawat terbang.

"Garbarata yang ada itu dapat digunakan tiga pesawat berbadan lebar, dan dua pesawat setingkat ATR atau berpenumpang dibawah 100 orang. Jadi, cukup lah untuk mendukung operasionalnya terminal baru Bandara Tjilik Riwut," kata Paryono.

Sebelumnya, kalangan Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalteng, dan mengunjungi sejumlah tempat, salah satunya terminal Baru Bandara Tjilik Riwut.

Anggota Komisi V DPR RI yang berasal dari Daerah Pemilihan Kalteng Rahmat Nasution Hamka, mengapesiasi rencana mengoperasikan terminal baru Tjilik Riwut pada awal 2019. Hanya, dia berharap, adanya kerjasama pengelolaan dengan Angkasa Pura jangan sampai menunda pengoperasiannya.

"Penekanan saya kepada Kementerian Perhubungan. APapun yang dilakukan, awal 2019 harus beroperasi. Bukan hanya beroperasi minimal, tapi harus maksimal," kata Rahmat.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya