Setelah Dibunuh, Pelaku Bakar Sekeluarga hingga Tewas

Oleh: Newswire 13 September 2018 | 15:55 WIB
Setelah Dibunuh, Pelaku Bakar Sekeluarga hingga Tewas
Ilustrasi/JIBIPhoto

Bisnis.com, MUARA TEWEH - Tiga orang sekeluarga tewas akibat rumah karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Antang Ganda Utama terbakar di wilayah Desa Hajak Kecamatan Teweh Baru Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah diduga sebelumnya dibunuh.

"Ketiganya diduga dibunuh lalu dibakar untuk menghilangkan jejak kejahatan. Motif pembunuhan masih terus diselidiki aparat Polres Barito yang diback-up petugas identifikasi dan forensik Polda Kalteng," kata Kapolres Barito Utara AKBP Dostan Matheus Siregar melalui Kasat Reskrim AKP Samsul Bahri kepada wartawan di Muara Teweh, Kamis (13/9/2018).

Peristiwa terbakarnya rumah milik PT AGU di Camp Hajak C Kecamatan Teweh Baru itu terjadi ada Selasa (11/9/2018) tengah malam sekitar pukul 23.30 WIB.

 Akibat terbakarnya bangunan yang terbuat dari beton dengan ukuran 6x8 meter itu penghuni rumah Dominikus Jehatu (34) warga asal Flores, Nusa Tenggara Timur yang merupakan karyawan PT AGU di Camp Hajak C Blok A Nomor 6 Desa Hajak Kecamatan Teweh Baru meninggal dunia ditempat.

Selain korban, juga ikut meninggal dunia istri Dominikus bernama Imel dan anaknya bayi laki-laki bernama Apriliano yang baru berumur 4 bulan.

"Hasil otopsi sementara pihak Rumah Sakit Umum Daerah Muara Teweh, untuk sementara, diduga ada bekas-bekas bacokan atau tusukan. Diduga ada unsur kesengajaan untuk menghilangkan nyawa korban. Kita masih menunggu hasil resmi secara detail," katanya.

Kasat Reskrim mengatakan guna mendalami lagi kasus ini, pihaknya kembali mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim identifikasi Polda Kalteng untuk mencari petunjuk-petunjuk atau bukti yang mengarah kepada pelaku serta saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut.

Pada tubuh ketiga korban ditemukan beberapa luka bacokan, sayatan, dan tusukan. Misalnya pada tubuh sang anak, Apriliano ditemukan luka tusukan, sedangkan pada tubuh kedua orang tuanya rata-rata ditemukan luka bacokan, tengkuk, batang leher, dan leher.

Khusus pada tubuh Imel ditemukan luka di bagian paha dan bagian leher.

"Tetapi kami harus menunggu hasil laporan resmi dokter forensik secara terperinci dan detail," ujarnya.

Tim forensik yang dipimpin dr Rika didukung personil Biddokes Polda Kalteng menjalankan pemeriksaan mayat pada Kamis (13/9/2018).

"Silakan ditanyakan kepada Pak Kasat Reskrim," kata Rika ketika ditanya mengenai gambaran hasil otopsi.

Kejadian itu berawal salah seorang karyawan T AGU lainnya bernama Thomas sedang berada di Camp Nomor 1 mendengar ada suara berisik dari atas plafon rumah nomor 6, kemudian yang bersangkutan keluar rumah.

Saat itu Thomas melihat asap dari Cam Hajak C Nomor 6 dan segera memberitahu dan meminta tolong kepada karyawan lainnya serta memadamkan api dengan cara menyiramkan air dengan menggunakan ember.

Setelah api berhasil di padamkan, ada salah satu karyawan menjenguk ke arah kamar langsung berteriak bahwa ada korban yang meninggal terbakar di dalam kamar.

Mendengar hal tersebut para karyawan ketakutan dan berlari keluar rumah dan langsung melaporkan ke manager perusahaan dan anggota pengamanan PT AGU, kemudian mayat ketiga korban di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Muara Teweh.

 

Sumber : Antara

Editor: Nancy Junita

Berita Terkini Lainnya