Serapan Beras Lokal Bulog di Kalsel Baru 50%

Oleh: Arief Rahman 21 September 2018 | 16:06 WIB
Serapan Beras Lokal Bulog di Kalsel Baru 50%
Aktivitas pedagang beras lokal di Pasar Sentral Antasari Banjarmasin, Kamis (20/9/2018)./Bisnis-Arief Rahman

Bisnis.com, BANJARMASIN -- Bulog Divre Kalimantan Selatan baru menyerap beras petani sebanyak 50% dari target.

Kepala Bulog Divre Kalimantan Selatan (Kalsel) Awaludin Iqbal mengungkapkan hingga September 2018, serapan beras dari petani lokal oleh Bulog baru mencapai 50% dari target 22.000 ton. 

Meski demikian, Bulog masih optimistis mampu menyerap beras petani lokal sesuai target dalam tiga bulan terakhir.
 
"Berkaca pada data beberapa tahun lalu, memang biasanya penyerapan beras petani lokal yang paling besar ada di tiga bulan sebelum tutup tahun. Karena itulah, kami masih optimistis penyerapan beras lokal masih bisa dikejar sesuai target," tuturnya, Jumat (21/9/2018).

Bulog menyerap beras petani lokal dengan harga Rp8.030 per kilogram (kg). Harga ini dipandang cukup baik dalam membantu menyejahterakan para petani lokal di daerah itu.
 
"Kami siap membeli berapapun beras lokal yang dijual petani kepada Bulog, selama harganya tidak lebih dari Rp8.030 per kg.  Kalau lebih dari itu, kami tentunya tidak bisa, mengingat masalah standar pembelian harga Bulog sudah diatur oleh pemerintah," terang Awaludin.

Dia menyatakan adanya beras impor yang disiapkan untuk kebutuhan nasional tidak akan berpengaruh terhadap penyerapan beras lokal dari petani oleh Bulog.
 
Sebelumnya, dari pantauan di salah satu pusat perdagangan beras lokal di Pasar Muara Kelayan, Banjarmasin, Kalsel, harga beras lokal mengalami penurunan mulai dari Rp5.000-Rp10.000 per 21 liter atau per blek dalam dua pekan terakhir.
 
Salah satu pedagang beras lokal di Pasar Muara Kelayan, H. Bani, harga turun karena pasar lumayan lesu dan mulai masuknya beras impor ke Kalsel.

"Akibat sudah mulai masuknya beras impor ke pasar Kalsel, petani tidak banyak lagi menjual berasnya ke pasaran. Ujungnya, harga pun mengalami penurunan," ucapnya.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya