ASN Kabupaten Nunukan Wajib Gunakan LPG Brigth Gas Pertamina

Oleh: Sophia Andayani 13 Oktober 2018 | 22:31 WIB
ASN Kabupaten Nunukan Wajib Gunakan LPG Brigth Gas Pertamina
ASN Kabupaten Nunukan Wajib Gunakan LPG Brigth Gas Pertamina/Sophia Andayani

Bisnis.com, BALIKPAPAN- Pertegas Kedaulatan RI dikawasan terluar Kaltim, Pemerintah Kabupaten Nunukan bersama dengan PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VI Kalimantan 
 Deklarasi Penggunaan LPG Bright Gas oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kabupaten Nunukan.

Mendukung program tersebut PT. Pertamina MOR VI Kalimangan juga melakukan penambahan ketersediaan tabung gas untuk wilayah Nunukan dan sekitarnya. 

Region Manager Domestic Gas Pertamina MOR VI, Tiara Tesaufi menyatakan program Pertamina untuk lebih memperkenalkan produk Bright Gas ibarat gayung bersambut dengan program yang sedang digalakan oleh Bupati Nunukan untuk membudayakan pemakaian produk dalam negeri, termasuk tabung LPG. 

“Berbeda dengan deklarasi serupa di wilayah lain yang fokus mengajak ASN untuk beralih dari produk LPG subsidi ke non subsidi, deklarasi di Kabupaten Nunukan difokuskan agar ASN lebih memilih pakai LPG dari Indonesia dibandingkan produk negara tetangga. Hal ini menjadi tantangan tersendiri mengingat produk negara tetangga telah hadir cukup lama di Nunukan”, sebut Tiara dalam rilis yang disampaikan pada Sabtu(13/10/2018).

Lebih lanjut dijelaskan sebelum dilaksanakannya deklarasi ini, distribusi tabung LPG Bright Gas di Kabupaten Nunukan mencapai angka 500 tabung per bulan.

Ke depannya, Pertamina siap menambah kapasitas kapal yg mengangkut LPG langsung dari Balikpapan sembari menunggu rampungnya pembangunan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Tarakan yang akan mempermudah supply ke Kabupaten Nunukan dan sekitarnya. 

“Pertamina hadir di Nunukan bukan hanya sebagai institusi bisnis melainkan hadir sebagai wakil pemerintah. Ke depannya tidak hanya sebatas penjualan produk, namun kehadiran kami bisa berupa kerjasama lainnya seperti pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)”, imbuh Tiara. 

Ditemui pada kegiatan yang sama Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid menyatakan dengan 590 km garis perbatasan, kendala yang dihadapi oleh pemerintah Kabupaten Nunukan lebih kompleks dibandingkan wilayah lain, termasuk penggunaan produk dalam negeri yang masih kurang diminati. 

“Ini merupakan PR kita bersama dan edukasi merupakan salah satu hal yang tengah kami lakukan. Masyarakat perlu mengetahui bahwa dengan menggunakan produk dalam negeri dapat memicu dan memacu perekonimian bangsa. Walaupun terkadang lebih murah, tapi ini terkait harga diri bangsa yang selayaknya tidak dapat dibeli oleh bangsa lain,"ujar Laura. 

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini Laura dan dinas terkait di Kabupaten Nunukan akan membuat dan menyebarluaskan surat edaran kepada lebih dari 4000 ASN di Nunukan sekaligus bersama-sama dengan Pertamina untuk melakukan edukasi terkait penggunaan LPG asli Indonesia. 

Editor: Mia Chitra Dinisari

Berita Terkini Lainnya