UMKM Balikpapan Mesti Manfaatkan Perkembangan Infrastruktur

Oleh: Sophia Andayani 26 Oktober 2018 | 08:55 WIB
UMKM Balikpapan Mesti Manfaatkan Perkembangan Infrastruktur
Ilustrasi UMKM perajin bantal dari limbah kain perca./ANTARA-Aji Styawan

Bisnis.com, BALIKPAPAN -- Pengembangan infrastruktur kota Balikpapan dinilai dapat mendongkrak pertumbuhan sektor ekonomi kreatif khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Balikpapan Doortje Marpaung mengatakan Balikpapan adalah salah satu kota yang diuntungkan karena letaknya sangat strategis, di mana terdapat bandara internasional dan pelabuhan laut berskala internasional.

"Belum optimalnya ekspor baik melalui pelabuhan dan bandara merupakan tantangan lainnya bagi UMKM Balikpapan," ujarnya dalam kegiatan "Road Show Kopiwriting JNE", di Hotel Blue Sky Balikpapan, Kamis (25/10/2018).

Doortje melanjutkan tantangan yang kerap dihadapi oleh UMKM saat ini adalah bagaimana terus menjaga konsistensi kualitas produk, harga yang mampu bersaing, hingga persoalan memanfaatkan teknologi untuk pemasaran melalui media sosial.

Dalam kesempatan yang sama, Head of Marketing Snack Kampoeng Timoer Dahlia Gracendy meneyatakan sebagai pelaku UMKM pihaknya kerap dihadapkan oleh masalah distribusi atau ongkos kirim barang.

"Produk kami masuk dalam kategori makanan ringan yang oleh ekspedisi selalu dikenakan volume dalam pengirimannya. Jadi, ketika produk kami sampai di Pulau Jawa, harganya sudah tidak kompetitif, sangat kontradiktif dengan pasar di Pulau Jawa," jelasnya.

Menjawab tantangan tersebut, Head Of Marketing Communication Division JNE Mayland Hendar Prasetyo memastikan pihaknya siap mendukung para pelaku UMKM di Balikpapan dalam menjalankan strategi distribusi guna mengembangkan kapabilitas perusahaan seperti infrastruktur, jaringan, dan Teknologi Informasi (TI).

"Salah satu produk layanan atau fasilitas yang dapat menjadi solusi bagi para pelaku UMKM di Balikpapan adalah adanya up grade layanan intracity, yang sebelumnya mencapai 1-2 hari kini layanan ini bisa ditunggu hanya 4 jam," tuturnya.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya