Apindo Kalsel akan Gelar Temu Akbar UMKM

Oleh: Arief Rahman 08 November 2018 | 19:02 WIB
Apindo Kalsel akan Gelar Temu Akbar UMKM
Ketua Panitia Temu Akbar UMKM Kalsel M Iderus (kiri) didampingi oleh Ketua APINDO Kalsel H Supriadi (Tengah)/Arief Rahman

Bisnis.com, BANJARMASIN- Membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Banua bisa berkembang dan naik kelas menjadi salah satu komitmen Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kalsel dibawah kepemimpinan H Supriadi.

Salah satu langkah konkritnya, pada Febuari 2019 mendatang Apindo Kalsel berencana membuat kegiatan temu Akbar UMKM Kalsel di Kota Banjarmasin dengan menghadirkan kurang lebih sekitar 1.000 UMKM.

"Kegiatan ini nantinya sifatnya bukan seremonial saja. Tapi kami harapkan bisa menjadi wadah membangun semangat UMKM di Banua untuk lebih bekerja keras lagi agar pasar dan produknya makin berkembang," tegas Ketua Panitia Kegiatan Temu Akbar UMKM Kalsel Muhammad Iderus, Kamis (8/11/2018).

Bahkan rencananya, dalam kegiatan Temu Akbar UMKM Kalsel nantinya, pihaknya akan mengundang beberapa UMKM dari luar Pulau Jawa yang sukses mengembangkan bisnisnya untuk berbagi inspirasi dengan menjadi pembicara.

Selain itu kegiatan Temu Akbar UMKM Kalsel nantinya juga akan di isi oleh kegiatan bazaar berbagai produk unggulan dari UMKM yang ada di Banua.

"Sejauh ini respon para UMKM di Banua terhadap kegiatan tersebut cukup besar. Bahkan sudah ada beberapa pihak yang menyatakan minatnya untuk bisa berhadir bahkan mengisi bazaarnya," tambahnya.

Sememtara itu, Ketua APINDO Kalsel H Supriadi menambahkan, dari berbagai pertemuan yang dilakukan pihaknya bersama UMKM dari beberapa sektor yang ada di Banua, pemasaran dan bahan baku menjadi masalah yang masih membuat UMKM Banua sulit berkembang.

Karena itulah APINDO Kalsel terus mencoba memfasilitasi agar kedua permasalahan tersebut supaya bisa diatasi oleh UMKM yang ada di Banua. Salah satunya dengan membantu UMKM mencarikan pabrikan bahan baku yang lebih murah di Pulau Jawa.

"Kita sudah bantu UMKM sasirangan untuk mendapatkan bahan baku kain yang murah dari Pulau Jawa. Dengan bahan baku yang lebih murah kami harapkan harga kain sasirangan yang dijual bisa makin kompetitif lagi," pungkasnya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya