November, Balikpapan Inflasi 0,1% Dipicu Tarif Pesawat

Oleh: Sophia Andayani 03 Desember 2018 | 20:42 WIB
November, Balikpapan Inflasi 0,1% Dipicu Tarif Pesawat
/Bisnis

Bisnis.com, BALIKPAPAN- Kota Balikpapan mengalami inflasi sebesar 0,01% (mtm) bulan November ini. Laju inflasi tersebut didorong oleh kenaikan harga kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan yang memberikan andil inflasi terbesar yaitu 0,52% (mtm).

"Inflasi pada kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan banyak disumbang oleh mulai naiknya tarif angkutan udara mendekati akhir tahun," ungkap Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Suharman Tabrani dalam rilisnya, Senin (3/12/2018)

Ia menjelaskan Inflasi bulan November lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata inflasi bulan November selama 3 tahun terakhir sebesar -0,21% (mtm). Secara tahunan, inflasi IHK Kota Balikpapan mencatatkan angka sebesar 3,69% (yoy) atau lebih tinggi dari nasional sebesar 3,23% (yoy) namun lebih rendah dari Kalimantan Timur sebesar 3,74% (yoy).

Lanjut, kenaikan bahan bakar minyak non penugasan yakni Pertamax, Dexlite dan Pertamina Dex juga masih memberikan dampak terhadap inflasi yang tercermin dari andil kelompok Perumahan, Air, Listrik Gas & Bahan Bakar yang mengalami inflasi dengan andil sebesar 0,01% (mtm).

Pada saat yang sama, kelompok pendidikan, rekreasi & olah raga juga mengalami inflasi dengan andil sebesar 0,03% (mtm). Sementara itu, kelompok bahan makanan mengalami deflasi dengan andil -0,53% (mtm) seiring dengan kondisi permintaan yang masih dapat diantisipasi oleh pasokan bahan makanan yang cukup.

Sebagai upaya pengendalian inflasi daerah, Tim Pengendali Inflasi daerah (TPID) Kota Balikpapan telah mengambil beberapa langkah pengendalian harga yaitu melakukan stabilisasi harga melalui Bulog untuk komoditas pangan strategis terutama beras, Mengikuti High level Meeting TPID Provinsi Kalimantan Timur untuk persiapan menghadapi natal dan libur akhir tahun, dan Program Kampung Wisata Peduli Inflasi untuk ketahanan pangan tanaman holtikultura melalui urban farming.

"Sejalan dengan hal tersebut, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kab. Paser sebagai daerah hinterland Kota Balikpapan juga telah melakukan rapat di tingkat teknis untuk mengevaluasi pergerakan harga periode sebelumnya dan mengantisipasi lonjakan harga menjelang natal dan akhir tahun mendatang," tambahnya.

Ke depan, terdapat beberapa faktor yang diperkirakan masih akan memberi tekanan inflasi, diantaranya kenaikan harga bahan makanan dan angkutan udara menjelang natal dan akhir tahun, risiko terhambatnya produksi tanaman holtikultura menjelang musim hujan di daerah pemasok, serta kenaikantarif cukai rokok.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya