KERETA API RINGAN : Uji Coba LRT Palembang Dimulai Maret 2018

PALEMBANG — Kereta api ringan di Palembang, Sumatra Selatan dengan panjang rel hingga 23,5 km dijadwalkan mulai diuji coba pada Februari-Maret 2018.
Ringkang Gumiwang | 28 Agustus 2017 02:00 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono (kiri) bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau pembangunan proyek Light Rail Transit (LRT) di Stasiun Jakabaring, Palembang, Sumatra Selatan, Rabu (24/5). - Antara/Nova Wahyudi

PALEMBANG — Kereta api ringan di Palembang, Sumatra Selatan dengan panjang rel hingga 23,5 km dijadwalkan mulai diuji coba pada Februari-Maret 2018.

Direktur Operasional 2 PT Waskita Karya Tbk. (WSKT) Adi Wibowo mengatakan saat ini progres pekerjaan fisik kereta api ringan atau light rail transit (LRT) Palembang sudah mencapai 55%. Rencananya, pekerjaan fisik tersebut akan selesai pada Oktober 2017.

“Kami juga akan menyelesaikan pekerjaan pemasangan rel, di mana saat ini baru terpasang 2 km. Targetnya itu November 2017. Kemudian, dilanjutkan pekerjaan operasi teknikal dan elektrikal. Setelah itu, baru uji coba,” katanya, Sabtu (26/8).

Adi mengklaim pembangunan LRT di Palembang memberikan tantangan yang cukup besar bagi perseroan. Hal itu dikarenakan target jangka waktu pembangunan LRT di Palembang tergolong cepat, yakni sekitar 30 bulan.

“Malaysia saja butuh 50 bulan untuk bangun LRT dengan panjang rel 17 km. Bisa dikatakan, selain menjadi yang pertama beroperasi di Indonesia, pembangunan LRT Palembang juga yang tercepat di Asia Tenggara,” tuturnya.

Adi melanjutkan LRT Palembang akan mulai beroperasi pada Juni 2018. Pada tahap awal, jumlah rangkaian kereta (trainset) yang akan dioperasikan hanya 6 trainset, dari total keseluruhan sebanyak 14 trainset.

Dia juga menambahkan setiap trainset akan terdiri dari tiga kereta, dengan satu trainset dapat menampung lebih kurang 500 orang. Adapun, jarak tempuh antar-LRT (headway) mencapai 3 menit—6 menit.

“Di samping itu, kami juga akan melakukan perbaikan terhadap jalan-jalan yang berada di bawah rel LRT. Soalnya, akibat pekerjaan LRT selama ini, kondisi jalan menjadi kurang baik,” ujarnya.

Nantinya, jalur LRT Palembang melewati Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II—Masjid Agung Palembang—Jakabaring Sport City. Selain itu, LRT juga akan dilengkapi dengan 13 stasiun dan 9 sub-stasiun.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan kehadiran LRT akan melengkapi moda transportasi lainnya di Palembang yang lebih dulu hadir, seperti bus Trans Musi, taksi, angkot, ojek dan lain sebagainya.

“LRT adalah suatu sarana transportasi yang massal. Saya yakin ini bisa menjadi jangkar moda transportasi di Palembang ke depannya. LRT juga baru di Indonesia, teknologinya pun tinggi,” katanya.

Menurutnya, kehadiran LRT perlu dibarengi dengan perubahan gaya hidup dari masyarakat Palembang itu sendiri. Apabila tidak, lanjut Menhub, penggunaan LRT untuk menopang transportasi masyarakat justru tidak akan optimal ke depannya.

Oleh karena itu, Kemenhub bersama pemerintah daerah akan melakukan sejumlah upaya agar masyarakat dapat menggunakan LRT dalam mobilitasnya sehari-hari, di antaranya dengan melakukan sosialisasi secara langsung.

“Sosialisasi ini juga bertujuan untuk mendengarkan pendapat dari masyarakat. Masukannya seperti apa. Dengan begitu diharapkan muncul rasa cinta dan bangga terhadap LRT itu, sehingga dapat benar-benar digunakan,” tuturnya. (Ringkang Gumiwang)

Tag : LRT
Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top