LELANG GULA RAFINASI: UMKM Siap Beli 500.000 Ton

JAKARTA — Para pelaku usaha kecil mikro dan menengah menyiapkan dana untuk membeli 500.000 ton gula rafinasi dalam skema lelang yang akan segera bergulir dalam waktu dekat.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 04 September 2017  |  02:00 WIB
LELANG GULA RAFINASI: UMKM Siap Beli 500.000 Ton
Gula rafinasi. - .

JAKARTA — Para pelaku usaha kecil mikro dan menengah menyiapkan dana untuk membeli 500.000 ton gula rafinasi dalam skema lelang yang akan segera bergulir dalam waktu dekat.

Ketua Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun menyatakan siap untuk mengikuti skema lelang gula kristal rafinasi (GKR). Pihaknya menyebut telah menyiapkan dana untuk 500.000 ton GKR.

“Khusus untuk UMKM kebutuhan di Indonesia kurang lebih sebanyak 500.000 ton,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (3/9).

Dia kembali menegaskan dengan adanya skema lelang maka para pelaku skala UMKM akan mendapatkan kepastian pasokan bahan baku GKR. Pasalnya, selama ini mereka kesulitan karena komoditas itu hanya diperuntukkan bagi industri makanan dan minuman berskala besar.

“Alih-alih memenuhi kebutuhan industri, gula rafinasi ini justru lebih banyak rembes ke pasar tradisional dan malah dijual dalam bentuk gula konsumsi akibat sistem pengadaan gula rafinasi yang masih lemah selama ini,” imbuhnya.

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Bachrul Chairi mengungkapkan peluncuran awal skema lelang GKR dapat dilakukan pada bulan ini. Dia memastikan nantinya dalam aturan yang baru alokasi jatah GKR bagi pelaku UMKM yakni sebesar 20%.

“Perubahan sesuai dengan arahan dari DPR paling tidak 20% harus dilakukan kepada pelaku usaha di sektor itu. Dengan demikian, hak mereka dapat terjamin,” ujarnya.

Untuk mencegah kebocoran GKR ke pasar konsumsi, sambungnya, pemerintah akan memasang barcode pada kemasan karung ukuran 50 kilogram. Produsen diwajibkan memenuhi persyaratan tersebut tiga bulan setelah aturan dikeluarkan.

“Hal-hal teknis nantinya akan dituangkan dalam Peraturan Tata Tertib bukan di Peraturan Menteri Perdagangan [Permendag],” jelasnya.

Kementerian Perdagangan memprediksi jumlah gula kristal rafinasi untuk industri yang diperdagangkan dalam lelang diperkirakan mencapai 3 juta ton. Hingga saat ini, Bappebti mencatat terdapat sekitar 300 buyer yang telah mendaftar dan 11 seller.

Bachrul sebelumnya menjelaskan sejauh ini sosialiasi skema lelang GKR telah dilakukan di 12 provinsi antara lain Sumatera Barat, Sumatera Utara, Lampung, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, dan DKI Jakarta. Pihaknya menargetkan sosialiasi akan dilakukan ke 20 provinsi di Tanah Air hingga September 2017.

“Sosialisasi dan penyuluhan yang dilakukan khusus menyasar kepada industri besar, koperasi, IKM dan UMKM khusus pengguna GKR sebagai bahan produksinya,” imbuhnya.

Hasil sosialisasi, sambungnya, mendapatkan respons yang baik dari industri kecil dan UMKM. Pasalnya, selama ini mereka mendapatkan kesulitan mendapatkan akses untuk memperoleh bahan baku GKR.

Seperti diketahui, Permendag Nomor 16/M-DAG/PER/3/2017 tentang Perdagangan Gula Kristal Rafinasi melalui Pasar Lelang Komoditas sebelumnya telah menetapkan waktu bergulirnya lelang adalah 15 Juni 2017. Namun, akibat adanya masukan dari sejumlah pihak serta keterbatasan waktu sosialisasi maka akhirnya dilakukan penundaan.

Pemerintah akhirnya menerbitkan Permendag No. 40/M-DAG/PER/3/2017 atas Permendag No. 16/M-DAG/PER/3/2017 tentang Perdagangan Gula Kristal Rafinasi Melalui Pasar Lelang Komoditas. Dalam beleid itu, lelang GKR disebut bakal dimulai pada Oktober 2017. (M. Nurhadi Pratomo)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gula rafinasi

Sumber : Bisnis Indonesia (4/9/2017)

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top