STRATEGI BISNIS E-COMMERCE : Bhinneka.com Perkuat 3 Segmen

JAKARTA – PT Bhinneka Mentari Dimensi (Bhinneka.com) menerapkan strategi berbeda dibandingkan pemain e-commerce lainnya dengan menggarap ketiga segmen yakniconsummer, korporasi dan pemerintah.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 07 September 2017  |  02:00 WIB
STRATEGI BISNIS E-COMMERCE : Bhinneka.com Perkuat 3 Segmen
CEO Bhinneka.com Hendrik Tio menyampaikan paparan saat diskusi E-Commerce, di kantor Bisnis Indonesia, Jakarta, Rabu (6/9). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

JAKARTA – PT Bhinneka Mentari Dimensi (Bhinneka.com) menerapkan strategi berbeda dibandingkan pemain e-commerce lainnya dengan menggarap ketiga segmen yakniconsummer, korporasi dan pemerintah.

Strategi ini dinilai berhasil membuat perusahaan berada dalam kondisi yang positif.

Hendrik Tio, CEO Bhinneka.com, mengatakan ini menjadi strategi Bhinneka.com dalam menghadapi persaingan di ranahe-commerce yang kian sengit yaitu dengan tidak mencoba bertempur di segmen yang sama terutama untuk konsumer atau B2C.

“Kami masuk di B2B dan B2G, kami memiliki advantage, Bhinneka memilih market ini, jalur yang kami pilih untuk jangka panjang,” ujarnya dalam Kunjungan ke Wisma Bisnis Indonesia, Jakarta, Rabu (6/9).

Dia mengungkapkan saat ini segmen pemerintah (B2G) mengusai porsi 50% dari keseluruhan, B2C hanya 25% dan sisanya B2B. Menurutnya, ada perbedaan dari sisi memeroleh pelanggan ketika menggarap segmen B2B dan B2G dibandingkan segmen konsumer. “Bagi kami ini punya peluang.”

Saat ini, konsumen korporasi di Bhinneka berjumlah sekitar 30.000 pelanggan dengan jumlah pelanggan aktif yaitu 6.000. Dalam satu bulan, rata-rata pengulangan belanja terjadi sebnayak dua kali dengan nilai sekali transaksi lebih dari Rp10 juta.

Selain itu, untuk segmen pemerintah, Bhinneka memiliki keunggulan sebagai perusahaan lokal .

Saat ini terdapat banyak model dalam bisnis e-commerce dan semuanya menghadapi persiangan yang cukup intensif karena banyak pemain yang masuk baik dari luar negeri maupun konglomerat yang investasi di startup.

“Secara keseluruhan persiangan dalam bisnis e-commerce itu sangat intens,” katanya.

Hendrik mengemukakan semua pemain harus siap jika ingin bermain di ranah e-commerce, meskipun mendapat pendanaan, e-commerce tetap harus kuat dari sisi daya tahan secara jangka panjang.

“Kita bicara endurance bukan 2-3 tahun tetapi puluhan tahun. Memang ritel bisnis itu panjang permainannya.”

Dari sisi permodalan, Bhinneka sebelumnya telah memeroleh pendanaan dari Ideasource sebesar US$20 juta. Menurut Hendrik, pihaknya masih ada rencana untuk meningkatkan permodalan sebagai basis yang kuat sebelum mewujudkan rencana perusahaan untuk menjadi perusahaan publik (IPO).

“Bagi kami semakin besar semkain baik, memperkuat permodalan kami untuk memperbesar bisnis nantinya. Saya tidak berbicara banyak tapi dua digit ke atas,” ujarnya.

Lebih jauh dia mengatakan produk teknologi informasi dan komunikasi tetap menjadi andalan ari Bhinneka meskipun tidak menutup kemungkinan ke depannya akan menghadirkan kategori produk lainnya.

Vensia Tjhin, Sales & Service Director Bhinneka.com, mengatakan secara porsi online dan offline saling melengkapi di Bhinneka.com. Semakin terbiasanya masyarakt berbelanja online, hal ini juga meningkatkan porsi online.

“Porsi cukup berimbang dalam perkembangannya untuk online dan offline. Kami juga memiliki toko secara offline ada enam di Jakarta dan Surabaya,” katanya

Hendrik mengatakan dengan semakin berkembangnya bisnis, perusahaan juga memiliki berbagai opsi untuk terus dapat mengembangkan bisnis, termasuk untuk go public.

Dia mengatakan Bhinneka telah siap secara dokumen dan finansial namun perusahaan ingin mengembangkan market size sebelum akhirnya mendaftarkan perusahaan ke bursa. Saat ini, Bhinneka juga terus mengembangkan berbagai segmen.

“Ada satu hal yang perlu dipenuhi dari sisi size untuk go public, kami ingin jadi perusahaan go public yang aktif,” katanya.

Dia mengatakan perusahaan berharap bisa mendapatkan lebih dari Rp1 triliun ke atas dengan IPO untuk permodalannya nanti. Dana ini nantinya akan digunakan untuk pertumbuhan lagi karena menurutnya market dari Bhinneka masih sangat besar dan potensial hingga merambah maket lain di kawasan Asia Tenggara.(Agne Yasa Damanik)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
e-commerce

Editor : Inria Zulfikar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top