Raih Cuan dengan Investasi Ruko

Kendati investasi properti tidak secemerlang tahun-tahun sebelumnya, investasi ruko di kawasan berkembang selalu bisa menarik hati para investor. Konsep ruko yang semakin bervariasi juga bisa menjadi pertimbangan para investor untuk menanamkan duitnya di properti ini.
Nindya Aldila | 08 Desember 2017 02:02 WIB

Kendati investasi properti tidak secemerlang tahun-tahun sebelumnya, investasi ruko di kawasan berkembang selalu bisa menarik hati para investor. Konsep ruko yang semakin bervariasi juga bisa menjadi pertimbangan para investor untuk menanamkan duitnya di properti ini.

Investasi ruko bisa dibilang susah-susah gampang. Dibilang susah karena harga belinya yang tinggi dan harga sewanya yang stagnan, tetapi tidak perlu banyak pertimbangan saat menentukan pilihan.

Vice President Coldwell Banker Dani Indra Bhatara mengatakan ruko sangat berbeda dengan hunian karena sangat bergantung pada kondisi perkembangan kawasan di sekitarnya.

Jika orang yang mencari rumah masih mau tinggal di tempat yang sepi, tidak demikian dengan ruko.

Namun, perlu diingat, jika dulu yield ruko menjadi yang tertinggi di antara properti lainnya, saat ini investor yang mau nyemplung ke investasi ruko harus berhati-hati karena yield-nya sudah tidak semenggiurkan dulu.

Apalagi, harga harga ruko yang semakin tinggi, tidak diikuti dengan harga sewa yang tinggi pula. “Dulu banyak orang yang menginvestasikan dananya untuk membeli ruko, yakni pada 2013—2014. Tetapi, saat itu banyak ruko yang harganya overprice, padahal suplainya banyak,” katanya.

Kendati demikian, investasi properti bukanlah investasi sekejap mata. Pemain investasi properti harus berani berpikir jangka panjang, minimal 3—5 tahun untuk meraih return yang maksimal.

Dilihat dari segi modal, investasi ruko bisa dibilang hampir sama dengan investasi hunian kelas menengah atas.

Bagi Anda yang mengantongi modal yang tebal, daerah yang cukup berkembang, seperti di Jakarta Utara bisa menjadi pilihan. Ruko di sekitar kawasan tersebut bahkan bisa mencapai Rp5 miliar.

“Ruko di tempat ramai pasti harganya tinggi, sementara kalau kita beli harga ruko murah, mungkin harga tidak mahal tapi tidak ada yang mau sewa sehingga harus berhati-hati,” tuturnya.

Menurut Dani, jika ingin meraih cuan yang maksimal dari investasi ruko, lebih baik gunakan bangunan ruko yang menganggur untuk membuka usaha. Selain mencoba peruntungan dengan membuka usaha, ruko bisa tetap terawat dan terjaga kondisinya.

“Untuk itu, investasi untuk ruko yang paling baik saat ini adalah dengan membelinya lalu digunakan untuk melakukan usaha,” kata Dani.

Namun, bagi Anda yang hanya punya modal tipis, lebih baik Anda membeli ruko bekas di kawasan yang sudah berkembang karena membeli ruko baru akan membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk masa pembangunan.

Selain ruko, kini juga mulai berkembang konsep yang dinamakan dengan work office home office (WOHO). Pada dasarnya, WOHO juga bertujuan untuk menjadi tempat usaha sekaligus hunian.

Bedanya, konsep WOHO mungkin lebih cocok untuk menjadi kantor atau perusahaan rintisan. Kelebihannya jika ditimbang dari segi luasnya cukup besar, yakni sekitar 250 meter per segi. Setiap penghuni memiliki lift masing-masing, sehingga privasi tetap terjaga.

Namun, tampaknya bagi Anda yang tertarik berinvestasi di sini, perlu bersabar karena belum banyak pengembang yang menggarap pasar properti ini. Salah satu pengembang yang mulai membuka unit WOHO memasarkan harga per unitnya sekitar Rp1 miliar—Rp2 miliar. 

Tag : bisnis properti, tips keuangan
Editor : Nurbaiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top