Geliat Bisnis Berbasis Digital di Balikpapan Terkuat di Indonesia Timur

Go-Jek menilai Kota Balikpapan, di Kalimantan Timur, adalah salah satu kota pengguna aplikasi paling aktif di Indonesia Timur sehingga mendorong pertumbuhan bisnis berbasis digital.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 09 Januari 2019 16:01 WIB
Ilustrasi. - ANTARA/Rahmad

Bisnis.com, BALIKPAPAN – Go-Jek menilai Kota Balikpapan, di Kalimantan Timur, adalah salah satu kota pengguna aplikasi paling aktif di Indonesia Timur sehingga mendorong pertumbuhan bisnis berbasis digital.

Head Of Regional Corporate Communications East Indonesia, Mulawarman mengatakan, sebagai pintu gerbang masuk Pulau Kalimantan, Balikpapan kini adalah kota yang aktif dalam penggunaan aplikasi digital. Kondisi mendorong ekspansi layanan Go-Jek ke Balikpapan berjalan lancar.

“Oleh karena itu hampir seluruh layanan Go-Jek tersedia di Kota Balikpapan, dibandingkan kota-kota lain di Indonesia Timur,” kata Mulawarman kepada Bisnis, Rabu (9/1/2019).

Menurut Mulawarman, kondisi di kota minyak ini memang cukup menantang bagi Go-Jek, terutama dalam menanggapi permintaan dengan aktivitas sehari-hari di Balikpapan. Oleh sebab itu, kata Mulawarman, Go-Jek berusaha terus melakukan inovasi.

“Tujuan utama kami untuk meningkatkan taraf hidup mitra driver dan pemberdayaan UMKM lokal,” jelasnya.

Dengan dinamika penggunaan aplikasi digital yang masif di Balikpapan, Go-Jek pun memiliki misi untuk mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Selain itu, Go-Jek ingin memberikan edukasi kepada UMKM tentang wawasan ekonomi digital pada masing-masing daerah di Indonesia Timur.

“Go-Jek mendukung dalam penyediaan akses layanan Go-Food dan Go-Send pada UMKM tersebut,” sambungnya.

City Head GOJEK Balikpapan, Aryo Benardi, menyatakan bahwa di Balikpapan, dari banyak jenis layanan GOJEK, di Balikpapan kontribusi terbesar adalah untuk layanan Go-Ride sebanyak 49%, Go-Food 26%, Go-Car 20%, dan Go-Send 3%. Layanan ini masih diikuti layanan lainnya seperti Go-Life 2%. Kondisi ini menandakan tingginya penggunaan Go-Food yang mana paling banyak dikelola oleh bisnis berskala UMKM.

Dia menyebut sudah lebih dari 3.000 merchant Go Food. Sedangkan untuk jumlah driver menyesuaikan supply dan demand yang ada di Balikpapan.

Aryo menambahkan saat ini pendaftaran Go-Car sedang dibatasi. Sementara Go-Ride masih dibuka dengan mempertimbangkan supply dan demand di lapangan.

Beberapa langkah untuk menambah layanan di Balikpapan adalah dengan Go-Resto. Rencananya pihak Go-Jek akan sosialisasi penggunaan aplikasi Go-Resto ke UMKM atau warung makan di Balikpapan.

“Layanan Go Resto ini memungkinkan pemilik usaha dapat mengelola ataupun mengecek profil usaha mereka di berbagai macam produk gojek. Selain itu, Go Resto membantu mitra driver dalam pembelian makanan lebih praktis dan efisien,” jelas Aryo.

Tag : balikpapan, Gojek
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top