Pertumbuhan Ekonomi Kaltim 2018 Naik 2,67%

Pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur sepanjang 2018 mengalami pertumbuhan 2,67% didorong oleh lapangan usaha pengadaan listrik dan gas yang tumbuh 9,76%.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 06 Februari 2019 15:15 WIB
Angkutan batu bara di sungai Mahakam, Samarinda, Kaltim. - REUTERS/Beawiharta

Bisnis.com, BALIKPAPAN – Pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur sepanjang 2018 mengalami pertumbuhan 2,67% didorong oleh lapangan usaha pengadaan listrik dan gas yang tumbuh 9,76%.

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Atqo Mardianto mengatakan angka pertumbuhan ini memang lebih lambat dibandingkan 2017 yang mampu bertumbuh 3,13%.

Atqo mengatakan kondisi perlambatan ini juga dikarenakan perlambatan ekonomi global akibat perdang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok tahun lalu.

“Hal ini berdampak kepada perekonomian nasional dan juga perekonomian Kalimantan Timur melalui transaksi perdagangan internasional yang cenderung melemah,” terang Atqo kepada Bisnis, Rabu (6/2/2019).

Selain itu seluruh komponen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menurut pengeluaran masih tumbuh positif terkecuali ekspor luar negeri. Adapun komponen ekspor luar negeri Kaltim didominasi oleh komoditi bahan bakar mineral yang memiliki share 70% terhadap total ekspor luar negeri.

Total ekspor komoditi bahan bakar mineral (HS 27) mengalami penurunan hingga 1,99%. Hal ini menjadi salah satu faktor komponen ekspor luar negeri Provinsi Kalimantan Timur tumbuh negatif 3,71% pada 2018.

Berdasarkan data yang dirilis oleh BPS Kaltim, kata Atqo pencapaian ini secara tahunan masih terdapat pergerakan positif harga di sektor energi pada 2018, cukup untuk menciptakan pertumbuhan positif bagi wilayah Kalimantan Timur.

Selain kinerja lapangan usaha pengadaan listrik dan gas, disusul dengan lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh 9,14%, lalu lapangan usaha jasa lain yang tumbuh 9,02% disusul lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial yang tumbuh sebesar 8,05% dan terakhir adalah lapangan jasa pendidikan dengan pertumbuhan sebesar 7,47% pada 2018 lalu. Sedangkan keduabelas lapangan usaha lainnya juga tumbuh positif dibawah 7,45%.

Adapun struktur perekonomian di Kalimantan Timur memang masih didominasi oleh lima lapangan usaha yakni; lapangan usaha pertambangan dan penggalian 46,35%, lapangan usaha industri pengolahan 18,27%, lapangan usaha konstruksi sebesar 8,50%, lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 7,88%, dan disusul lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 5,59%.

Lapangan usaha pertambangan dan penggalian merupakan lapangan usaha dengan kontribusi pertumbuhan 0,53%. Disusul dengan lapangan usaha konstruksi yang memiliki andil sebesar 0,51% lalu disusul lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi 0,42% terhadap total pertumbuhan ekonomi Kaltim 2018 tersebut.

Jika dibandingkan secara year-on-year, pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur pada 2018 naik 5,14%. Kinerja itu kata Atqo masih ditopang oleh lapangan usaha konstruksi sebesar 10,01% diikuti oleh lapangan usaha jasa lain sebesar 9,73%, lalu lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial yang tumbuh sebesar 7,48%, disusul lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh sebesar 7,20%. Terakhir adalah lapangan usaha jasa keuangan dan asuransi tumbuh 6,93%.

Adapun sumber pertumbuhan tertinggi masih berasal dari usaha pertambangan dan penggalian sebesar 3,20% dan lapangan usaha konstruksi sebesar 0,72% dan lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan 0,39%.

Sementara secara kuartal per kuartal, (q-to-q), laju pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur pada triwulan IV/2018 tumbuh sebesar 4,16%, mengalami percepatan dibandingkan pertumbuhan pada triwulan III/2018 yang tumbuh sebesar 0,09%.

Pada triwulan IV/2018 secara (q-to-q) seluruh lapangan usaha menunjukan pertumbuhan yang positif. Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian sebagai lapangan usaha yang paling dominan terhadap struktur perekonomian Provinsi Kalimantan Timur mencapai pertumbuhan tertinggi dibanding lapangan usaha lainnya sebesar 7,91%. Diikuti lapangan usaha pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang yang tumbuh sebesar 3,97%, dan lapangan usaha konstruksi yang tumbuh sebesar 2,57%.

Sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi Kalimantan Timur pada triwulan IV/2018 secara (q-to-q) berasal dari lapangan usaha pertambangan dan penggalian sebesar 3,63%, disusul oleh lapangan usaha konstruksi dengan andil sebesar 0,20%, dan lapangan usaha Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor dengan andil sebesar 0,09%.

Tag : Pertumbuhan Ekonomi, kaltim
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top