BI Balikpapan Dorong Pariwisata Jadi Alternatif

Bank Indonesia Perwakilan Balikpapan merumuskan sumber ekonomi baru yang bisa dikembangkan oleh Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, agar tidak bergantung pada sektor minyak dan gas.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 09 Februari 2019 09:28 WIB
Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan, Kalimantan Timur. - BUMN.go.id

Bisnis.com, BALIKPAPAN – Bank Indonesia Perwakilan Balikpapan merumuskan sumber ekonomi baru yang bisa dikembangkan oleh Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, agar tidak bergantung pada sektor minyak dan gas.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Bimo Epyanto menyatakan sejak harga minyak dan gas sempat menurun, perekonomian di Balikpapan menerima imbas yang cukup besar. Kondisi itu menurut Bimo menandakan perlunya sumber perekonomian baru yang dikembangkan di kawasan yang telah menyandang predikat kota minyak selama 122 tahun. Menurutnya, sektor migas adalah salah satu sektor yang rentan terhadap fluktuasi harga. Bimo pun menyebut bahwa pemerintah juga perlu mengedepankan sektor yang punya nilai tambah.

“Karena itu dampaknya ke pertumbuhan ekonomi juga akan lebih tinggi. Berdampaknya pada penciptaan tenaga kerja itu paling besar. Kami bisa melihat bahwa sektor pariwisata memiliki potensi untuk ikut mendorong perekonomian kota Balikpapan,” jelas Bimo di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Balikpapan, Jumat (8/2/2019).

Dengan perekonomian yang tumbuh pada sektor migas, kondisi itu menurut Bimo berdampak pada anggaran pemerintah kota yang bertumpu dari dana bagi hasil. Ketika kinerja migas turun, otomatis dana bagi hasil juga menurun. Bimo menyatakan hal ini yang kemudian menjadi daya motivasi pemerintah mendorong ekonomi yang melemah. Sehingga, pilihan yang ada bagi pemerintah kota adalah meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Pariwisata itu harus didukung bagaimana pemerintah bisa mempunyai peta jalan pengembangan pariwisata ke depan,” kata Bimo.

Dia menambahkan, ada banyak kendala dalam mengembangkan sektor pariwisata daerah. Oleh sebab itu Pemerintah Kota Balikpapan perlu menciptakan kebijakan yang mendukung sektor tersebut. Salah satu cara awal yang bisa dilakukan adalah dengan menggenjot kinerja sektor industri kreatif sebagai daya tarik wisatawan berkunjung ke Balikpapan.

“Yang prioritas itu tugas saya tentu menjaga inflasi. Lalu potensi ekonomi dari pariwisata, dan UMKM [usaha mikro kecil menengah], saya juga akan terus memberikan masukan kepada pemerintah terkait pengembangan potensi ekonomi lain. Ini semau masih butuh pendalaman,” terang Bimo yang baru resmi bertugas di Balikpapan per 8 Februari 2019.

Sementara itu Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menyatakan ada pembangunan sektor pariwisata sekaligus sumber air baku yang sedang dilakukan oleh Pemerintah Kota Balikpapan yakni Waduk Teritip. Rizal menyatakan pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Teritip, sampai dengan akhir 2018 progresnya sudah lebih dari 90%.

Adapun pembangunan fisik bendungan Teritip dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai Kalimantan III Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini telah melalui proses impounding. Proses pembangunan mulai dilaksanakan pada 31 Juli 2017 dan saat ini telah selesai dibangun sarana dan prasarana penunjangnya.

“Sehingga, nantinya bendungan Teritip juga bisa berfungsi sebagai salah satu obyek wisata di Kota Balikpapan, selain fungsi utamanya sebagai salah satu sumber air baku bagi wilayah Kota Balikpapan,” jelas Rizal.

Adapun instalasi pengolahan air (IPA) Teritip Tahap I dengan kapasitas 200 liter per detik juga telah selesai pembangunannya oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR. 

Untuk menunjang hal tersebut, kata Rizal, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama dengan Pemerintah Kota Balikpapan berupaya mengembangan jaringan distribusi air minum untuk bisa digunakan oleh masyarakat.

Tahun ini Rizal menyebut akan dimulai pembangunan fisik embung Aji Raden oleh Balai Wilayah Sungai Kalimantan III Kementerian PUPR. Dia pun berharap pembangunan tersebut dapat berjalan lancar dan dapat difungsikan pada 2021.

Tag : kalimantan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top