India Bidik Tiga Sektor Investasi di Balikpapan

India membidik investasi pada sektor teknologi informasi, obat-obatan, sampai ketenagalistrikan di Balikpapan, Kalimantan Timur tahun ini.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 10 Februari 2019 16:19 WIB
Wakil Dubes India Prakash Gupta dan Walikota Balikpapan Rizal Effendi

Bisnis.com, BALIKPAPAN –India membidik investasi pada sektor teknologi informasi, obat-obatan, sampai ketenagalistrikan di Balikpapan, Kalimantan Timur tahun ini.
 
Wakil Duta Besar India untuk Indonesia, Prakash Gupta mengatakan dalam pembukaan Festival Kebudayaan India bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-122 Kota Balikpapan bahwa sejumlah pengusaha asal India sudah melakukan komunikasi dengan pemerintah kota Balikpapan untuk menanam investasi di kota ini.
 
“Delegasi kami dari India sudah datang kemarin ke sini, berjumpa dengan Wakil Walikota [Rahmad Mas’ud] dan membicarakan potensi investasi dari sektor minyak, listrik [power plan], dan obat-obatan kimia,” kata Prakash kepada Bisnis, di Plaza Balikpapan, Minggu (10/2/2019).
 
Prakash menyebut tiga sektor tersebut memang sektor ekonomi yang paling potensial dari India untuk dikerjasamakan dengan Pemerintah Kota Balikpapan.

Apalagi, kata Prakash, perusahaan teknologi informasi asal India sudah berkembang cukup pesat. Sehingga sangat memungkinkan untuk berekspansi dan menanam investasi saat ini di Kota Balikpapan.
 
“Pokoknya, sektor obat-obatan, listrik, IT, itu adalah sektor yang para pelaku usahanya memang mau datang [ke Balikpapan],” sambungnya.
 
Untuk mengukuhkan kerjasama tersebut, selain menggelar Festival Kebudayaan India di Balikpapan, Prakash menyebut akan mengundang Pemerintah Kota Balikpapan, dalam hal ini Walikota Balikpapan Rizal Effendi dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.

Rencananya, Kedutaan Besar India akan mengundang Pemkot Balikpapan dalam Peringatan 71 Tahun Hubungan Diplomatik India dan Indonesia.
 
“Kami akan mengundang ke India tahun ini, sehingga selanjutnya bisa dikukuhkan tahun ini Balikpapan sebagai sister city dari India,” ujar Prakash.
 
Terkait Festival Kebudayaan India dalam perhelatan HUT-122 Kota Balikpapan, Prakash menyebut bahwa Kedutaan Besar India menggelar lima kegiatan dengan tujuan memberi hiburan kepada masyarakat Kota Balikpapan.

Adapun lima kegiatan tersebut adalah;’ Festival Kuliner Masakan Khas India di Novotel Balikpapan, Festival Film India di CGV Plaza Balikpapan, Festival Tari India, Kelas Yoga, dan Pameran Foto Situs Islam di India.

Umumnya kegiatan itu akan berlangsung di Plaza Balikpapan dan di Gedung Kesenian Balikpapan dari 9 Februari 2019 sampai 16 Februari 2019.
 
Prakash menyebut, perhelatan kegiatan festival budaya juga menjadi salah satu permintaan dari Pemerintah Kota Balikpapan kepada Kedutaan Besar India akhir tahun lalu.

Prakash mengaku pihak kedutaan pun memutuskan menggelar karena melihat kondisi Kota Balikpapan yang kondusif dan tipikal masyarakat yang antusias pada kebudayaan luar.
 
Direktur Utama PT Pandega Citra Niaga, operator Borneo Bay City milik Agung Podomoro Land di Balikpapan Paul Christian mengatakan rencana pengusaha India berinvestasi di India belum tentu memberi dampak langsung kepada pertumbuhan properti di Balikpapan, termasuk bagi proyek Borneo Bay City.

Paul juga mengatakan saat ini Borneo Bay City sudah mencapai penjualan sekitar 80% dari total 1.230 unit dengan tujuh tower.
 
“Itu imbasnya masih tidak langsung,” kata Paul kepada Bisnis.
 
Adapun sebagai mitra kerjasama Kedutaan Besar India dalam penyelenggaraan Festival Kebudayaan ini, Paul mengaku sangat bangga untuk menyajikan kegiatan yang kreatif dan bisa memberi warna baru bagi Kota Balikpapan.
 
“Hal ini bisa menjadi warna baru bagi Kota Balikpapan sebagai destinasi di wilayah Kalimantan,” sambungnya.
 
Sementara itu, Walikota Balikpapan Rizal Effendi menyatakan bahwa kehadiran Festival Kebudayaan India semakin meramaikan HUT-122 Kota Balikpapan.

Rizal menyebut HUT-122 Kota Balikpapan ini memang mengandalkan aksi kreatif anak muda, sehingga menampilkan sejumlah acara yang cocok untuk generasi muda. Misalnya saja color run dan makan mie singkong 5000 mangkok untuk memecahkan rekor MURI.
 
Terkait anggaran perhelatan HUT-122 Kota Balikpapan, Rizal mengaku tidak semua anggaran menggunakan APBD Kota Balikpapan. Ada konsesi kerjasama dengan stakeholders seperti golongan pelaku usaha dan masyarakat setempat dalam pendanaan acara HUT-12 Kota Balikpapan.
 
“Ini ada anggaran tidak semua dari kita. Biasa saja anggarannya. Ada dari bantuan masyarakat. Ada dari anak muda juga,” paparnya.

Tag : india, balikpapan, investasi asing
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top