Progres Jalan Tol Balikpapan-Samarinda 85,7%

Pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 99,35 kilometer hingga awal Februari 2019 pembangunan konstruksi telah mencapai 85,7%.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 12 Februari 2019 03:25 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Sekretaris Kabinet Kerja Pramono Anung (kiri), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kanan), Menteri BUMN Rini Soemarno (kedua kanan) dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin (kedua kiri) menekan tombol saat peresmian jalan tol Pejagan-Pemalang di Gate Tol Tegal, Kalimati, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (9/11/2018). - ANTARA/Oky Lukmansyah

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 99,35 kilometer hingga awal Februari 2019 pembangunan konstruksi telah mencapai 85,7%. 

Melalui siaran pers yang diterima Bisnis, Senin (11/2/2019), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan jalan tol pertama di Pulau Kalimantan ini terdiri dari lima seksi. 

Seksi I Balikpapan-Samboja sepanjang 22,03 kilometer saat ini dalam tahap konstruksi dengan progres sebesar 96,82%. Proyek ini ditargetkan akan rampung pada April 2019. 

Seksi II Samboja-Muara Jawa dengan panjang 30,98 kilometer dengan progres konstruksi sebesar 83,73% dan Seksi III Muara Jawa-Palaran sepanjang 17,50 kilometer progresnya sebesar 97,21%. Kedua seksi tersebut ditargetkan akan rampung pada Maret 2019.

Seksi IV Palaran-Samarinda dengan panjang 17,95 kilometer progresnya sudah mencapai 75,33% dengan target rampung Juli 2019. 

Terakhir Seksi V Balikpapan-Bandara Sepinggan sepanjang 11,09 kilometer progresnya mencapai 68% dengan target rampung Agustus 2019.

Kehadiran jalan tol Balikpapan-Samarinda dapat memangkas waktu tempuh dari Kota Balikpapan menuju Samarinda yang menghabiskan waktu hingga 3 jam menjadi 1 jam.

Jalan tol ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan mengurangi biaya logistik sehingga mampu mendorong pengembangan kawasan-kawasan industri yang bergerak di sektor kelapa sawit, batubara, migas, dan pertanian.

Sebagai informasi, pembangunan proyek tol Balikpapan-Samarinda dengan nilai investasi Rp9,9 triliun dilakukan dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). 

Selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) adalah PT Jasamarga Balikpapan-Samarinda yang mengerjakan Seksi 2, 3, dan 4 dengan total sepanjang 66,43 kilometer. Tandatangan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol pada 9 Juni 2016 dengan masa konsesi 40 tahun. 

Jalan tol ini memiliki kecepatan rencana 80km/jam. Untuk meningkatkan kelayakan finansial, pemerintah memberikan dukungan konstruksi melalui dana APBN dan APBD pada Seksi I dan Seksi V.

Basuki juga optimistis target pembangunan jalan tol dalam lima tahun sepanjang 1.852 kilometer bisa tercapai. 

Tercatat dalam kurun waktu empat tahun yakni 2015-2018, jalan tol yang sudah rampung sepanjang 782 kilometer. 

 

Tag : jalan tol, Kementerian PUPR
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top