Pemudik Asal Kaltim Banyak Pilih Angkutan Laut

Setiap tahun pemudik di Kaltim cenderung mengalami kenaikan 10% sampai 15%.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 08 Mei 2019  |  20:18 WIB
Pemudik Asal Kaltim Banyak Pilih Angkutan Laut
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur Salman Lumoindong.

Bisnis.com, SAMARINDA – Tingginya harga tiket pesawat membuat Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur memprediksi tahun ini angka pemudik akan teralihkan ke moda angkutan laut dan darat.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur Salman Lumoindong menyatakan setiap tahun pemudik di Kaltim cenderung mengalami kenaikan 10% sampai 15%.

Menurut Salman, polemik tingginya harga tiket belum menunjukkan tanda bahwa tiket itu akan mengalami penurunan dalam waktu dekat. Salah satu solusi tercepat menjawab kritik masyarakat adalah dengan menurunkan tarif batas atas (TBA).

“Antisipasinya pasti masyarakat akan memilih moda angkutan lain. Pasti darat dan laut jadi pilihan lagi. Perbandingan kalau udara 1 orang, via laut 3 orang. Darat 5-7 orang secara harga itu perbandingannya,” jelas Salman di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim, Rabu (8/5/2019).

Adapun kehadiran Bandara APT Pranoto di Samarinda tidak menjamin adanya kenaikan penumpang ke Kaltim jika tiket masih belum turun.

“Kalau di Balikpapan turun, APT naik. Kalau lihat persentase hampir berimbang. Penurunan di Balikpapan 10%-20% diimbangi di Samarinda sehingga masih fluktuatif karena penumpang itu saja,” tuturnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Salman menyebut pada 15 Mei 2019 mendatang akan diadakan rapat koordinasi internal Dinas Perhubungan Kaltim dengan segenap stakeholder sektor transportasi dalam rangka Angkutan Mudik Lebaran 2019. Salah satu agendanya adalah penambahan armada di angkutan laut dan angkutan darat untuk menjawab kebutuhan para pemudik yang beralih dari pesawat.

Salman menyebut, porsi pemudik paling banyak di Kaltim masih berasal dari Jawa khususnya Jakarta dan Surabaya, disusul dari Sulawesi khususnya dari Makassar. Selama ini angka pemudik yang paling banyak berasal dari Makassar kerap memilih transportasi laut.

“Sekarang kelihatan pergerakan kalau sudah ramai harus ada penambahan kapal. Operator harus menambah kapal,” terang Salman.

Dia menambahkan, di Kaltim tercatat pergerakan penumpang dengan seluruh moda bisa mencapai lebih dari 10 juta penumpang per tahun. Salman juga menyebut untuk arus mudik dalam Kaltim, Dinas Perhubungan akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Kaltim terkait kesiapan dan keamanan infrastruktur untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan pemudik.

“Dari kami kendaraannya kami ramp check sudah sejak minggu lalu,” papar Salman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kaltim, Mudik Lebaran

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top