Indonesia Infrastructure Investment Forum 2019 : Kaltim Siapkan Proyek Infrastruktur dan Pariwisata

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mempersiapkan peluang proyek infrastruktur dan pariwisata ke investor dalam Indonesia Infrastructure Investment Forum 2019 di London.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 16 Mei 2019  |  20:32 WIB
 Indonesia Infrastructure Investment Forum 2019 : Kaltim Siapkan Proyek Infrastruktur dan Pariwisata
Kantor Gubernur Kaltim - kaltimprov.go.id

Bisnis.com, SAMARINDA -- Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mempersiapkan peluang proyek infrastruktur dan pariwisata ke investor dalam Indonesia Infrastructure Investment Forum 2019 di London.

Kepala Biro Administrasi dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur Fadjar Djojoadikusumo menyatakan bahwa Pemprov Kaltim bersama Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diundang dalam Indonesia Infrastructure Investment Forum. Adapun Gubernur Kaltim Isran Noor akan bertolak ke London pada awal Juli 2019. Rencananya forum itu akan dilaksanakan pada 2 Juli 2019.

"Ada calon investor kumpul disana. Ada Gubernur BI [Bank Indonesia]. Dari Indonesia Pemprov Kaltim, Bali, DKI Jakarta," ujar Fadjar di Kantor Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Kamis (16/5/2019).

Oleh sebab itu Pemprov Kaltim sedang merumuskan sejumlah materi dan proyek strategis yang bisa ditawarkan kepada para investor di London. Beberapa contoh adalah penguatan infrastruktur di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan, proyek kereta api, maupun proyek listrik dan energi.

"Kami kumpulkan materi semua seminggu ini. Kita ramu itu bahan Gubernur. Isinya infrastruktur dan pariwisata," jelas Fadjar.

Beberapa contoh proyek pariwisata yang ditawarkan misalnya investasi di Maratua dan Derawan. Selain itu juga opsi wisata budaya di pedalaman Kalimantan Timur. Nantinya, penanaman investasi kata Fadjar bisa kerjasama pemerintah dengan badan usaha atau pemerintah dengan pemerintah (GtoG).

"Termasuk yang sifatnya etnik ke pedalaman misalnya Wehea. Tapi masalah konektivitas ini," tutur Fadjar.

Dia menilai ada perbedaan antara turis lokal dengan mancanegara. Wisatawan domestik mempertimbangkan biaya. Sementara wisatawan mancanegara lebih memilih kemudahan akses dan kenyamanan. 

"Harus safety, kedua easy to going," paparnya. 

Oleh sebab itu dalam bidang pariwisata Pemprov Kaltim akan diminta komitmen terhadap investor. Misalnya jaminan sarana prasarana yang disiapkan provinsi supaya memudahkan akses investor.

"Itu dibicarakan. Kalau oke invest kesana. Dukungan pembebasan lahan. Komitmen itu dibicarakan," jelas Fadjar.

Sementara itu Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor membenarkan akan melakukan kunjungan ke Inggris pada 2 Juli 2019 untuk mempromosikan investasi Kaltim.

 "Semua yang memungkinkan untuk dikerjasamakan. Kira undang investor disana, infrastruktur bisa, industri pengolahan pangan," jelas Isran.

Asal tahu saja menurut Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) periode triwulan I/2019 realisasi investasi di luar Jawa sebesar Rp85,8 triliun meningkat 

16,7% dari periode yang sama pada 2018 sebesar Rp73,5 triliun. Adapun sumbangan terbesar berasal dari pariwisata bahari maupun wisata minat khusus.

Adapun Kalimantan meraih realisasi investasi sebesar Rp21,4 triliun atau 11,0% yang  terdiri dari PMDN sebesar Rp12,9 triliun dan PMA sebesar US$0,6 miliar.

Lima besar realisasi investasi PMDN dan PMA berdasarkan sektor usaha  antara lain; transportasi, gudang, dan telekomunikasi sebesar Rp37,3 triliun; listrik, gas, dan air sebesar Rp33,2 triliun; konstruksi sebesar Rp19,5 triliun; perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebesar Rp 18,8 triliun; serta Pertambangan sebesar Rp15,1 triliun.

Lima besar negara asal PMA adalah: Singapura sebesar US$1,7 miliar, disusul R.R. Tiongkok dengan nilai PMA US$1,2 miliar; disusul Jepang senilai US$1,1 miliar; lalu Malaysia sebesar US$0,7 miliar; dan Hongkong, RRT sebesar US$0,6 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
infrastruktur, kaltim

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top