Distribusi Uang Selama Ramadan dan Lebaran di Balikpapan Capai Rp1,78 Triliun

Total distribusi uang pada momen Ramadan dan Lebaran di wilayah kerja Bank Indonesia Balikpapan tahun ini tercatat sebesar Rp1,78 triliun, meningkat 2,97% dibandingkan dengan realisasi kebutuhan uang Ramadan tahun 2018.
Sophie Razak | 12 Juni 2019 22:38 WIB
Warga antre menukarkan uang baru dari mobil penukaran uang Bank Indonesia - ANTARA/Oky Lukmansyah

Bisnis.com, BALIKPAPAN- Total distribusi uang pada momen Ramadan dan Lebaran di wilayah kerja Bank Indonesia Balikpapan tahun ini tercatat sebesar Rp1,78 triliun, meningkat 2,97% dibandingkan dengan realisasi kebutuhan uang Ramadan tahun 2018.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Bimo Epyanto mengatakan, secara proaktif pihaknya telah menempuh berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan uang masyarakat dan perbankan selama bulan Ramadan tahun 2019. 

“Kami berkoordinasi secara intensif dengan perbankan mengenai estimasi dan pemenuhan kebutuhan uang sehingga tepat jumlah dan tepat jenis pecahan pada momen Ramadan serta persiapan libur Lebaran. Sedangkan, untuk memenuhi kebutuhan uang pecahan kecil bagi masyarakat, Bank Indonesia bersama perbankan membuka loket penukaran uang pecahan kecil di kantor perbankan yang tersebar di Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Paser. Selain itu, juga dilakukan kegiatan kas keliling secara rutin yang tersebar di berbagai titik di Kota Balikpapan,” jelasnya, Rabu (12/6/2019). 

Sedangkan jika dibandingkan dengan proyeksi yang disampaikan perbankan, realisasi kebutuhan uang pada 2019  hanya 76 persen yang disinyalir oleh perilaku masyarakat yang cenderung menahan konsumsi dalam rangka antisipasi kebutuhan tahun ajaran baru. 

Tren penarikan uang pecahan besar yaitu Rp100.000 dan Rp50.000 oleh perbankan mengalami peningkatan jelang libur Lebaran terutama untuk pemenuhan kebutuhan ATM. Sementara itu, realisasi penukaran uang melalui kas keliling yang dilakukan Bank Indonesia tercatat mengalami peningkatan sebesar 18 persen  year on year (yoy) dari Rp5,38 miliar pada bulan Ramadan 2018 menjadi Rp6,37 miliar pada bulan ramadan 2019. 

“Peningkatan tersebut sejalan dengan penambahan intensitas kas keliling yang dilakukan oleh Bank Indonesia bersama perbankan.Bank Indonesia secara masif menghimbau masyarakat agar melakukan penukaran di outlet penukaran yang resmi untuk terhindar dari risiko menerima uang palsa uang palsu serta kesesuaian jumlah nominal uang yang ditukarkan,” pungkas Bimo. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top