Bank Indonesia Perwakilan Balikpapan Gelar ToT Pengelolaan Keuangan Keluarga

Kegiatan ini dilakukan kepada 60 orang wanita Matilda yang berasal dari 20 kelurahan se-Kota Balikpapan pada Jumat (6/9).
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 06 September 2019  |  18:00 WIB
Bank Indonesia Perwakilan Balikpapan Gelar ToT Pengelolaan Keuangan Keluarga
Suasana kegiatan Training of Trainer (ToT) Pengelolaan Keuangan Keluarga sebagai rangkaian Gerakan Wanita Matilda. - JIBI/Anitana Widya Puspa

Bisnis.com, BALIKPAPAN—Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan menggelar Training of Trainer (ToT) Pengelolaan Keuangan Keluarga sebagai rangkaian Gerakan Wanita Matilda (mandiri, terampil, berdaya?) atau GWM.
Kegiatan ini dilakukan kepada 60 orang wanita Matilda yang berasal dari 20 kelurahan se-Kota Balikpapan pada Jumat (6/9).
Ketua TP PKK Kota Balikpapan Arita Rizal Effendi mengatakan bahwa serangkaian kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengingatkan dan merefleksikan kembali para perempuan agar dapat mengelola keuangan dengan sehat dan bukan untuk hal-hal konsumtif.
Dengan demikian, tambah Arita, akan lebih banyak keuangan yang bisa diinvestasikan secara berkesinambungan supaya terdapat alokasi pendidikan dan tabungan masa depan.
Arita pun berbagi tips supaya bisa mengelola keuangan dengan baik. Menurut dia, kuncinya harus disiplin terhadap diri sendiri supaya bisa mengontrol keinginan konsumtif dengan baik.
“Jadi harapannya, pendidikan anak berlangsung, hari tua bisa tetap sehat dan produktif,” katanya disela kegiatan.
Sementara itu Kepala Bank Indonesia Perwakilan Balikpapan Bimo Epyanto berharap para Wanita Matilda dapat menjadi duta komunikasi di masyarakat untuk mengedukasi cara pengelolaan keuangan keluarga secara tepat usai mengikuti pelatihan.
Bimo juga berharap meningkatnya literasi terhadap pengelolaan keuangan keluarga dapat mendorong para perempuan untuk melakukan perencanaan yang baik termasuk menentukan pengeluaran belanja agar tidak berlebihan sehingga nantinya secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap permintaan barang di pasar dan berperan dalam pengendalian inflasi.
Gerakan Wanita Mathilda (GWM) atau mandiri, terampil, dan berdaya merupakan upaya pengendalian inflasi secara lebih masif. Selain pengelolaan keuangan, GWM sebelumnya telah melakukan urban farming yang bertujuan mengurangi ketergantungan konsumsi komoditas pangan.
“Bahkan, kalau bisa nantinya mereka bisa menjual hasil komoditas angan tersebut dan digunakan sebagai tambahan penghasilan,” kata Bimo.
ToT Pegelolaan Keluarga juga menghadirkan Pakar Perencana Keuangan, Ahmad Gozali. Ahmad menyebutkan para perempuan saat ini harus mengubah pola pikir dari berbelanja dahulu menjadi investasi terlebih dahulu.
Dengan jumlah penghasilan dan alokasi yang sama tetapi mindset yang berbeda akan memudahkan bagi perempuan untuk berinvestasi.
“Jangan berpikir akan adanya pengeluaran tambahan, kalau ada pikiran itu pasti nanti memang aka nada tambahan,” kata Ahmad.
Sebelumnya, pasca pembukaan GWM pada 30 Juli 2019 yang lalu, para wanita Matilda telah diberikan ToT Kebanksentralan, Edukasi Inflasi, dan Cinta Rupiah serta telah menerima bantuan bibit cabai dan tomat sayur sebagai bagian kegiatan urban farming.
Dalam kurun waktu satu bulan, para Wanita Matilda sukses melakukan kampanye mencapai 102 edukasi inflasi dan cinta rupiah kepada 4.117 orang di lingkungan kelurahan masing-masing.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia balikpapan

Editor : MediaDigital

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top