Pertaminan Hulu Mahakam Kembangkan Proyek Brown Field US$15,3 juta

PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menggarap proyek brown field (pengembangan dari fasilitas yang sudah ada) untuk penambahan cadangan di Peciko sebesar 7.3 BSCF gas dan 34 kbbls kondensat.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 07 November 2019  |  15:45 WIB
Pertaminan Hulu Mahakam Kembangkan Proyek Brown Field US$15,3 juta
Pekerja beraktivitas di RIG Maera saat pengeboran sumur di masa transisi alih kelola ke PT Pertamina Hulu Mahakam, di South Tunu, Blok Mahakam, Kalimantan Timur, Senin (7/8). - ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, BALIKPAPAN  - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menggarap proyek brown field (pengembangan dari fasilitas yang sudah ada) untuk penambahan cadangan di Peciko sebesar 7.3 BSCF gas dan 34 kbbls kondensat.

General Manager PHM John Anis mengatakan proyek ini merupakan brown field pertama di PHM dan keberhasilan proyek diharapkan menjadi standar untuk pelaksanaan proyek brown field selanjutnya.

Dia menjelaskan proyek ini berupa pemasangan booster compressor dan deck extension di platform SWP-G Lapangan Peciko.

Proyek senilai US$15,3 juta ini dikerjakan oleh kontraktor asli Kalimantan Timur (PT Asta Rekayasa Unggul) dengan melibatkan 100% pekerja dari masyarakat Samboja dan sekitarnya.

"Basic engineering sudah mulai dikerjakan sejak kuartal pertama 2018, sementara pengerjaan proyek diharapkan selesai di kuartal ketiga 2020," jelasnya melalui keterangan resmi Kamis (7/11/2019).

Objektif dari proyek ini dengan cara menurunkan tekanan alir kepala sumur ke mode operasi sangat rendah (LLP – Low Low Pressure) untuk sumur-sumur di platform SWP-G.

Dia mengungkapakanbntuk selanjutnya proyek-proyek booster compressor sejenis sedang dipersiapkan untuk beberapa platform di lapangan Peciko untuk penambahan cadangan di lapangan tersebut.

Selain itu, booster compressor sedang dikaji untuk diterapkan juga pada lapangan offshore lainnya yaitu lapangan Sisi Nubi dan South Mahakam.

"Hal ini dalam upaya menahan laju penurunan produksi alamiah, namun dengan tetap mengutamakan keselamatan, efisiensi, dan pengambilan risiko yang terukur“, jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertamina

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top