SKA Ekspor Batu Bara Kaltim Capai 47 Juta Metrik Ton

Data ekspor Dinas Perdagangan Balikpapan mencatatkan bahwa volume ekspor batu bara tercatat sebesar 47 juta metrik ton selama periode Januari 2019 -- September 2019.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 08 November 2019  |  20:15 WIB
SKA Ekspor Batu Bara Kaltim Capai 47 Juta Metrik Ton
Terminal batu bara di Balikpapan milik PT Bayan Resources Tbk. - www.bayan.com.sg

Bisnis.com, BALIKPAPAN -- Data ekspor Dinas Perdagangan Balikpapan mencatatkan bahwa volume ekspor batu bara tercatat sebesar 47 juta metrik ton selama periode Januari 2019 -- September 2019.

Sekretaris Dinas Perdagangan Kota Balikpapan Philipus Rimpa mengatakan, batu bara menjadi penyumbang nilai ekspor terbanyak dengan total senilai US$ 1,6 miliar.

Hal tersebut berdasarkan surat tujuan ekspor yang diterima pihaknya. Realisasi formulir SKA atau CoO sebanyak 160.

SKA atau surat keterangan asal (CoO / certificate of Origin) merupakan dokumen yang menerangkan negara asal suatu barang yang akan diimpor atau diekspor. Dokumen ini wajib dilaporkan eksportir ke pemerintah.

Pengiriman yang melampirkan SKA harus dilakukan melalui kota minyak.

"Sehingga memang nilai yang tercatat itu bukan semuanya berasal dari Balikpapan, melainkan dari beberapa daerah di Kalimantan Timur,” imbuh Kepala Seksi Ekspor Dinas Perdagangan kota Balikpapan, Dewi Sartika.

Sejumlah daerah penghasil ekspor seperti Penajam Paser Utara, Kabupaten Paser, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Kota Samarinda.

Selain batu bara, volume dan nilai eksoor yang besr disusul oleh CPO/ Palm oil/ kernel dengan nilai sebesar US$589 juta.

Sementara volume ekspor CPO sebanyak 949 juta metrik ton. Selain dua komoditas itu, tercatat ekspor ikan segar mencapai 2,8 ton dengan nilai US$84 juta.

Dengan demikian secara kumulatif, nilai ekspor komoditas nonmigas yang melalui Balikpapan sepanjang Januari hingga September tahun ini mencapai US$2,37 miliar.

Sementara ekspor migas pada periode yang sama tercatat sebanyak US$44 juta. Nilai ekspor itu disumbang oleh komoditas LSFO-V-125 dari kilang Balikpapan sejumlah US$13,06 juta.

Serta Senipah Condensate menyumbang US$27,4 juta. Dengan demikian, secara keseluruhan nilai ekspor yang tercatat dari Balikpapan senilai US$2,77 miliar.

China masih menjadi tujuan utama ekspor dari Kalimantan Timur dengan kuantitas 40 kali. Kemudian disusul India sebanyak 36 kali, Timur Tengah 26 kali dan Eropa 23 kali ekspor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kaltim, ekspor batu bara

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top