Bank Indonesia Provinsi Kaltara Gencarkan Sosialisasi Penggunaan Rupiah di Sebatik

Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara akan terus menggencarkan pemahaman dan penggunaan rupiah di wilayah Sebatik guna menegakkan kedaulatan negara di perbatasan.
Rachmad Subiyanto
Rachmad Subiyanto - Bisnis.com 09 November 2019  |  14:44 WIB
Bank Indonesia Provinsi Kaltara Gencarkan Sosialisasi Penggunaan Rupiah di Sebatik
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara Hendik Sudaryanto menjawab pertanyaan awak media dalam Capacity Building Wartawan Ekonomi dan Bisnis Kalimantan Utara. - JIBI/Istimewa

Bisnis.com, YOGYAKARTA—Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara akan terus menggencarkan pemahaman dan penggunaan rupiah di wilayah Sebatik guna menegakkan kedaulatan negara di perbatasan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara Hendik Sudaryanto mengatakan bahwa ada tiga hal yang menjadi kewajiban pihaknya untuk meningkatkan penggunaan rupiah sebagai mata uang dalam transaksi ekonomi, yakni suplai uang yang cukup, ketersediaan kegiatan usaha penukaran valuta asing (KUPVA), serta pemahaman di masyarakat.

"Kami terus melakukan kegiatan untuk meningkatkan penggunaan rupiah di Pulau Sebatik. Hasil penelitian bersama UBT [Universitas Borneo Tarakan], penggunaan rupiah saat ini sudah meningkat dari sebelumnya 70% menjadi 90%," ujarnya disela Capacity Building Wartawan Ekonomi dan Bisnis Kalimantan Utara, Sabtu (9/11/2019).

Hendik menambahkan selama dua tahun terakhir, Bank Indonesia menyalurkan uang layak edar di Sebatik hingga mencapai Rp80 miliar. Dia berharap kecukupan ketersediaan uang layak edar ini akan meningkatkan penggunaan uang rupiah di masyarakat.

Selain itu, Bank Indonesia juga telah menerbitkan izin KUPVA selain bank untuk memudahkan masyarakat menukarkan uang asing yang dimilikinya untuk transaksi ekonomi. Saat ini, tercatat telah ada 1 lembaga KUPVA di Sebatik dan 2 lembaga KUPVA di Nunukan. Selain itu, ada pula perbankan yang juga dapat melayani penukaran uang asing. 

Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara juga menggencarkan sosialisasi penggunaan rupiah kepada masyarakat. Baru-baru ini, Hendik menyebutkan juga menggandeng aparat Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk meningkatkan pemahaman penggunaan rupiah di Sebatik.

"Kalau Babinsa yang bicara kan juga ikut membantu," tuturnya.

Hanya saja, Hendik berharap juga ada kolaborasi dengan seluruh pihak agar penggunaan rupiah dapat semakin masif di perbatasan. Pemerintah daerah dapat menerbitkan peraturan daerah untuk mendukung penggunaan rupiah. Selain itu, aparat juga dapat menegakkan regulasi mengenai sanksi dari UU Mata Uang.

"Memang berproses karena perlu waktu. Kakau ada kolaborasi, bisa segera tegak kedaulatan di perbatasan. Dengan demikian, jargon Garuda di dadaku, Ringgit di perutku, bisa hilang," tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia, kalimantan utara

Editor : Rachmad Subiyanto
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top