Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jangan Mudik, Walkot Balikpapan: 6 Warga Positif karena Mobilitas Orang

Pemkot Balikpapan meminta warganya untuk tidak mudik saat ini. Pasalnya, pergerakan warga terbukti meningkatkan jumlah pasien positif virus Corona di sana.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 27 Maret 2020  |  18:46 WIB
Sel virus corona - istimewa
Sel virus corona - istimewa

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Jumlah laporan orang dalam pantauan pandemi virus Corona (Covid-19) kian melonjak. Penyebabnya adalah banyak warga yang pulang kampung terlalu dini.

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, mengatakan bahwa warganya yang ada di luar kota diminta untuk tidak ke mana-mana. Ini demi memutus penyebaran.

“Meski Balikpapan tidak lockdown, kami hanya minta jangan bergerak. Karena sudah terbukti 6 warga Balikpapan positif karena gerakan keluar masuk,” katanya saat dihubungi, Jumat (27/3/2020).

Berdasarkan laporan terbaru, orang dalam pantauan (ODP) Balikpapan berjumlah 1.196 orang. Yang selesai masa karantina 14 hari sebanyak 133 orang. Dengan begitu, tersisa 1.063 kasus.

Padahal, empat hari yang lalu, Senin (23/3/2020) pagi hari berjumlah 403. Hanya dalam 6 jam naik jadi 563. Ini karena banyak warga wilayah lain yang kembali ke Balikpapan.

Rizal menjelaskan bahwa daerahnya memang sangat rawan. Bandara yang dimiliki menjadi penerbangan terakhir di Kalimantan untuk rute internasional.

Meski begitu, saat ini bandara mulai memperketat pengawasan. Tinggal transportasi laut yang masih beroperasi.

“Nanti kami akan kordinasi dengan forum komunikasi pimpinan daerah. Kita cegah dulu mereka, agen-agen kapal tidak melakukan penjualan. Karena memang agak rawan,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

balikpapan Virus Corona
Editor : Andya Dhyaksa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top