Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menilik Pembangunan Infrastruktur Pedalaman Kaltim di Kabupaten Kubar dan Mahulu

Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu) selalu menjadi perhatian sejak tahun pertama kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim.
M. Mutawallie Syarawie
M. Mutawallie Syarawie - Bisnis.com 24 Oktober 2022  |  16:52 WIB
Menilik Pembangunan Infrastruktur Pedalaman Kaltim di Kabupaten Kubar dan Mahulu
Jalan rusak di Kalimantan Timur - Antara
Bagikan

Bisnis.com, BALIKPAPAN –– Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) berupaya terus melanjutkan pembangunan infrastruktur daerah perbatasan dan pedalaman.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Penataan Ruang (PUPR Pera) Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda menyatakan Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu) selalu menjadi perhatian sejak tahun pertama kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim.

“Sejak awal kepemimpinan, Gubernur Isran Noor dan Wakil Gubernur Hadi Mulyadi sudah menegaskan komitmen mereka bahwa pembangunan harus merata untuk semua kabupaten dan kota, tidak terkecuali,” ujarnya yang dikutip, Senin (24/10/2022).

Pria yang akrab disapa Nanda itu menyebutkan ada dua pembangunan jembatan di Mahulu, yaitu ruas jalan Long Bagun – Long Pahangai dengan nilai pagu Rp6,2 miliar dan biaya pemasangan senilai Rp4 miliar di tahun 2022.

"Kita juga bangun jembatan yang lebih besar yakni Jembatan Mubong di ruas yang sama Long Bagun – Long Pahangai dengan nilai Rp20 miliar," sebutnya.

Kemudian, Nanda menjelaskan Pemprov Kaltim kembali mengalokasikan anggaran untuk ruas jalan Tering - Ujoh Bilang sebesar Rp29,3 miliar berupa perbaikan geometrik jalan (cut and fill) dan pelebaran jalan. Sementara itu, dari sisi Mahulu (Ujoh Bilang - Long Bagun - Long Pahangai) dialokasikan sebesar Rp28,5 miliar untuk perbaikan geometrik jalan (cut and fill), pelebaran jalan dan saluran (aramco/pipa baja bergelombang).

Sebelumnya, Nanda mengungkapkan bahwa alokasi untuk jalan dan jembatan di Kutai Barat dan Mahulu juga tetap berjalan di tengah refocusing anggaran dampak penanganan pandemi Covid-19.

"Untuk ruas jalan Tering (Kutai Barat) – Ujoh Bilang (sampai batas Mahulu) total penanganan tahun 2019 hingga 2021 [adalah] dalam bentuk pengerasan aspal 24,93 km, cut/fill dan timbunan pilihan 14,36 km. Kita juga bangun 6 jembatan panel," katanya.

Total anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur sisi Kutai Barat periode 2019-2021 adalah Rp142,5 miliar, yaitu pembangunan jalan sebesar Rp119,3 miliar dan pembangunan jembatan Rp23,2 miliar.

Dari sisi Mahulu, pembangunan jalan untuk ruas jalan Ujoh Bilang – Long Bagun – Long Pahangai adalah penanganan cut/fill dan timbunan pilihan sepanjang 89,50 kilometer dan terdapat 20 titik (bailey) jembatan panel.

"Dalam periode itu, total anggaran pembangunan jalan di Mahulu sebanyak Rp101,4 miliar, sedangkan pembangunan jembatan Rp75,6 miliar. Jadi total Rp177 miliar," terang Nanda.

Adapun, dia menuturkan bahwa  alokasi anggaran untuk Kutai Barat dan Mahulu akan tetap dilanjutkan pada 2023.

"Alokasi anggaran pembangunan jalan Tering – Ujoh Bilang (Kutai Barat) sebesar Rp24,4 miliar,  pembangunan jalan Ujoh Bilang - Long Bagun - Long Pahangai (Mahakam Ulu) sebesar Rp21,4 miliar. Sedangkan untuk pekerjaan jembatan kami akan survei lebih dulu bersama Dinas PUPR Mahulu, insya Allah bulan ini," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kaltim
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top