Kilang Domestik Menggeliat, Impor Hasil Minyak Kaltim Menyusut

Produksi kilang minyak domestik meningkat, menekan impor minyak Kaltim hingga 34,25% pada Q2/2025, menandai suksesnya strategi substitusi impor energi.
Peningkatan produksi kilang minyak domestik pasca-revamp fasilitas pengolahan berhasil menekan impor hasil minyak Kalimantan Timur (Kaltim) hingga terkontraksi 34,25% (year-on-year/yoy) pada kuartal II/2025. /Dok. Neptune Energy
Peningkatan produksi kilang minyak domestik pasca-revamp fasilitas pengolahan berhasil menekan impor hasil minyak Kalimantan Timur (Kaltim) hingga terkontraksi 34,25% (year-on-year/yoy) pada kuartal II/2025. /Dok. Neptune Energy
Executive Brief
  • Peningkatan produksi kilang minyak domestik setelah revamp fasilitas pengolahan berhasil menekan impor hasil minyak Kalimantan Timur hingga terkontraksi 34,25% (yoy) pada kuartal II/2025.
  • Perlambatan impor migas, terutama impor hasil minyak, menjadi faktor dominan dalam deselerasi total impor Kaltim dari 26,3% (yoy) menjadi 8,04% (yoy).
  • Revitalisasi fasilitas pengolahan minyak bumi terbukti efektif dalam mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat nilai tambah ekonomi nasional.

* Executive Brief ini dibantu dengan menggunakan AI

Bisnis.com, BALIKPAPAN — Peningkatan produksi kilang minyak domestik pasca-revamp fasilitas pengolahan berhasil menekan impor hasil minyak Kalimantan Timur (Kaltim) hingga terkontraksi 34,25% (year-on-year/yoy) pada kuartal II/2025. 

Capaian ini menandai keberhasilan strategi substitusi impor sektor energi, sekaligus menjadi katalis utama perlambatan pertumbuhan impor provinsi dari 7,41% (yoy) menjadi 5,89% (yoy).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Budi Widihartanto, menyatakan perlambatan impor migas disebabkan oleh perlambatan impor minyak mentah serta kontraksi impor hasil minyak. 

"Kedua jenis barang tersebut memegang pangsa impor migas terbesar Kaltim dengan total pangsa keduanya mencapai 88,3% dari total impor migas Kaltim pada periode laporan," kata Budi Widihartanto dalam keterangan resmi, Rabu (8/10/2025).

Dia menambahkan, dampak peningkatan kapasitas kilang domestik terlihat jelas dalam tren impor hasil minyak yang memperparah kontraksinya dari -24,83% (yoy) di kuartal I menjadi -34,25% (yoy) pada periode pelaporan. 

"Komponen impor Kaltim melambat pada kuartal II/2025 didorong oleh perlambatan impor migas, terutama impor hasil minyak, sejalan dengan  prakiraan peningkatan produksi refinery minyakbumi domestik di LU Industri Pengolahan," katanya. 

Kendati demikian, impor minyak mentahnya masih mencatatkan pertumbuhan positif meski melambat dari 114,3% (yoy) menjadi 65,97% (yoy). 

Secara keseluruhan, impor migas yang menguasai 73,6% pangsa total impor Kaltim mengalami deselerasi dari 26,3% (yoy) menjadi 8,04% (yoy), dengan kontraksi impor hasil minyak menjadi faktor dominan. 

Sementara itu, impor gas mencatatkan rebound impresif dengan tumbuh 23,11% (yoy) setelah terkontraksi 12,42% (yoy) di kuartal sebelumnya.

Kemudian, impor non-migas yang memegang pangsa 26,4% dari total impor Kaltim turut melambat dari 10,66% (yoy) menjadi 2,73% (yoy). 

Perlambatan ini dipicu oleh kontraksi impor bahan baku sebesar 7,96% (yoy) dan impor barang konsumsi yang merosot drastis hingga 86,7% (yoy).

Disinyalir, kontraksi impor bahan baku terjadi akibat tertahannya kinerja sektor konstruksi di periode pelaporan, sementara penurunan impor barang konsumsi sejalan dengan moderasi daya beli masyarakat. 

Adapun, revitalisasi fasilitas pengolahan minyak bumi terbukti menjadi strategi efektif dalam mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat nilai tambah ekonomi nasional.

Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler