Pelayaran Balikpapan ke Indonesia Timur Paling Laris

Oleh: Nadya Kurnia 12 Juni 2017 | 20:26 WIB
Ilustrasi/Antara

Bisnis.com, BALIKPAPAN-Trayek jurusan Balikpapan-Pare pare-Makassar menjadi rute pelayaran favorit dalam arus mudik tahun ini, tiket PT Pelni (Persero) hingga H-8 telah habis terjual pada pertengahan Ramadan.

Kepala Cabang PT Pelni Balikpapan Firman Rachimin berharap operator pelayaran swasta tetap beroperasi mengangkut penumpang mudik tujuan wilayah Indonesia timur.

"Jadwal berangkat tujuan Pare pare-Makassar mulai 11 Juni kemarin, menggunakan KM Lambelu. Total yang berangkat dari Pelabuhan Semayang sebanyak 900 penumpang, kemudian keberangkatan 13 Juni juga telah habis terjual," ujar Firman, Senin (12/6/2017).

Keberangkatan menuju trayek yang sama masih terjadwal pada 18 Juni dengan KM Lambelu, 21 Juni Bukit Siguntang, masing-masing diisi 1.646 dan 1.159 penumpang. Bahkan tiket pelayaran delapan hari sebelum lebaran pun telah habis terjual.

"Khusus untuk kapal yang melayani rute Pare Pare-Makassar-Bau Bau menggunakan skema multi port, sehingga kuota penumpang yang berangkat masing-masing pelabuhan terbatas. Tiket pun dengan cepat habis terjual," jelasnya.

Lain halnya dengan wilayah timur Indonesia, tiket tujuan mudik ke Surabaya hingga kemarin masih terbuka lebar. "Sebab skemanya port to port dari Balikpapan-Surabaya pulang pergi sehingga penumpang yang diangkut sesuai dengan kapasitas kapal," jelasnya.

Sejak awal, perseroan menyiapkan kapal khusus untuk melayani rute tunggal agar permintaan seluruh pemudik terakomodir. Perseroan juga masih ditambah dengan alokasi satu armada bantuan yakni KM Tidar. Trayek Balikpapan-Surabaya dipilih karena dianggap rute terpadat saat mudik.

Adapun jadwal keberangkatan yang masih menyisakan kursi untuk pemudik yakni 19 Juni menggunakan KM Labobar yang baru terisi 1.599 penumpang dari kapasitas 4.591 penumpang. Keberangkatan berikutnya yakni 22 Juni menggunakan KM Lambelu, yang baru terisi 953 dari kapasitas 4.591 penumpang.

"Trayek Balikpapan-Surabaya dengan armada tambahan juga masih banyak kursi yang tersisa," tutup Firman.

 

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer