BI Prediksi Peredaran Uang Palsu di Kaltim akan Meningkat pada 2018

Oleh: Muhamad Yamin 03 Januari 2018 | 20:48 WIB
Uang palsu pecahan Rp100.000 edisi baru./Bisnis-Juli Etha

Bisnis.com, SAMARINDA - Peredaran uang palsu akan meningkat di Kalimantan Timur pada tahun 2018 ini seiring dilaksanakannya Pemilihan Umum Kepala Daerah. Hal ini berdasarkan pengalaman sebelumnya, adanya oknum memanfaatkan situasi politik tersebut.

"Masyarakat harus mewaspadai peningkatan uang palsu yang beredar. Terutama di daerah terpencil dan biasanya oknum mengedarkan uang palsu itu pada malam hari," ujar Kepala Tim Operasional Pengedaran Uang Rupiah atau Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur, Sehono dalam jumpa persnya, Rabu (3/2/2018).

Catatan Bank Indonesia, pada tahun 2017 terdapat 470 lembar. Terdiri pecahan uang Rp 100 ribu sebanyak 283 lembar, pecahan uang Rp 50 ribu sebanyak 182 lembar dan uang Rp 20 ribu sebanyak 2 lembar. Jumlah uang palsu tersebut menurun dibanding tahun 2016 sebesar 36,7%.

"Ini menunjukan peredaran uang palsu tahun 2017 semakin bisa dikendalikan," kata Sehono.

Dikatakan Sehono, peredaran uang palsu pada tahun 2017 lalu memang menurun dibanding tahun 2016. Namun, pada tahun 2018 ini, uang palsu diperkirakan meningkat lagi.

"Selain uang palsu, Bank Indonesia juga menemukan uang mutilasi di kota Balikpapan dan Samarinda tahun 2017. Uang mutilasi itu uang palsu dimana uang 10 lembar dipotong-potong menjadi 12 lembar," jelas Sehono.

Bank Indonesia akan berlakukan sistem penukaran uang yang robek lebih separuh akan diganti. Namun, kurang separuh uang yang robek tidak akan diganti. "Jadi, penukaran uang robek akan dibatasi untuk mencegah oknum yang mutilasi uang," katanya.

Sementara itu, Kepala Divisi Sistem Pembayaran Pengedaran Uang Rupiah SLA (SPPURSLA) atau Deputi Direktur Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, I Nyoman Ariawan Atmaja mengatakan uang inflow di Kaltim pada tahun 2017 sebesar Rp 7,615 triliun uang kertas dan logam atau meningkat 7% dibanding tahun 2016.

"Sedangkan uang outflow di Kaltim dari Bank Indonesia sebesar Rp 11,208 triliun pada tahun 2017 atau meningkat 2% dibanding outflow tahun 2016," kata I Nyoman.

Lebih lanjut, I Nyoman menjelaskan Bank Indonesia juga memenuhi stok uang Rp 3,9 triliun pada tiga kantor kas titipan di Kaltim yaitu Sangatta Kutai Timur, Sendawar Kutai Barat dan Tanjung Redeb pada tahun 2017.

"Bank Indonesia memiliki kebijakan agar uang kita di daerah terdepan harus bagus lagi dengan penyediaan uang kartal," jelas I Nyoman.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya