Pesawat Bantuan TNI AU Terbangi Tarakan-Krayan 3 kali Seminggu

Oleh: Eldwin Sangga 30 Mei 2018 | 12:58 WIB
TNI AU memberikan bantuan pesawat Cassa 212 dari Skadron Udara 4 Lanud Abdurrahman Saleh Malanguntuk melayani angkutan penumpang dan barang di perbatasan Kalimantan Utara dengan rute Tarakan-Krayan. Foto: tni-au.mil.id

Bisnis.com, TARAKAN – Pesawat bantuan TNI AU Cassa 212 melayani penumpang dan logistik untuk masyarakat di perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara) gengan jadwal 2—3 kali seminggu.

Pengoperasian pesawat ini, merupakan realisasi dari janji Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat ke Kaltara beberapa waktu lalu. Waktu itu, Panglima TNI yang datang bersama Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menyampaikan bahwa bantuan pesawat ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat wilayah perbatasan, khususnya Krayan dari negara tetangga, Malaysia.

Menurut laporan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bankesbanpol) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), program yang sepenuhnya menjadi gawean TNI ini telah berjalan 2 bulan efektif. Selain barang, pesawat TNI AU jenis Cassa 212 juga mengangkut penumpang orang.

“Dari laporan Kesbangpol, layanan ini sudah efektif berjalan sejak 2 bulan ini. Seminggu 2 sampai 3 kali penerbangan. Dengan rute Tarakan-Krayan atau Long Bawan. Yang diangkut, sesuai kebutuhan masyarakat. Seperti mie instan, minyak goreng, penyedap rasa, teh dan lainnya. Juga ada penumpang orang,” kata Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie dalam rilisnya hari ini Rabu (30/5/2018).

Untuk penumpang, dikenakan biaya Rp320 ribu. “Ini program TNI AU, kami hanya memonitor saja,” lanjut Irianto.

Pada monitoring terakhir yang dilakukan Badan Kesbangpol, adalah penerbangan pesawat Cassa U-2111 TNI AU pada 21 Mei lalu. Dengan penumpang, barang dan sipil.

Penerbangan itu mengangkut sejumlah bahan pokok dari Panglima TNI untuk dijual melalui pasar murah.

Logistik itu meliputi mie instan 23 dos, penyedap rasa 6 dos, teh 1 dos, dan minyak goreng 2 dos. “Penerbangan ini mengutamakan faktor emergensi, keperluan TNI juga masyarakat,” tuturnya.

Selain monitoring oleh Badan Kesbangpol, penyelenggaran program TNI AU tersebut juga melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya. Salah satunya, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Kaltara.

“Jadi, pihak TNI AU, dalam hal ini Lanud (Pangkalan Udara) Tarakan meminta bantuan fasilitasi ke masyarakat Krayan terkait kebutuhan barang yang perlu diangkut oleh Cassa yang disediakan,” ujarnya.

Irianto bersyukur dan mengapresiasi, karena aspirasi masyarakat tersebut direspon baik oleh Panglima TNI dan jajarannya.

“Jadi, permintaan masyarakat itu disampaikan melalui ketua adat dan pemerintah kecamatan setempat,” tutupnya. 

Editor: Sutarno

Berita Terkini Lainnya