APJI Kalbar Tandatangani Pakta Integritas Gunakan Elpiji Nonsubsidi

Oleh: Caroline Voermans 07 Juni 2018 | 07:47 WIB
Petugas melakukan pengisian ulang tabung LPG non subsidi Pertamina Bright Gas 5,5 kilogram di Depot LPG PT. Pertamina Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, Selasa (24/10)./ANTARA-M Risyal Hidayat

Bisnis.com, PONTIANAK—Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Kalimantan Barat menandatangani pakta integritas untuk menggunakan elpiji nonsubsidi agar penggunaan elpiji bersubsidi lebih tepat sasaran.

Ketua DPA APJI Kalbar Habibi mengatakan langkah pertama komitmen ini adalah menukarkan tabung elpiji bersubsidi yang masih dimiliki ke tabung elpiji nonsubsidi. “Ada 100 tabung bright gas yang disiapkan. Kalau tidak menaati pakta integritas ini, kartu keanggotaan APJI dapat dicabut,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (6/6/2018).

Habibi mengakui penggunaan elpiji kemasan 5,5 kilogram lebih efisien dibandingkan dengan elpiji bersubsidi. “Setelah pindah ke tabung 5,5 kg ini, sehari hanya menggunakan 4 hingga 5 tabung. Lebih irit dan lebih cepat karena tidak perlu sering-sering mencopot kepala gas. Dan pastinya lebih aman,” ujar Habibi yang juga merupakan pengusaha catering PT Borneo Catering Service.

APJI Kalbar yang baru terbentuk itu saat ini telah memiliki 37 anggota. Habibi mengatakan akan segera dibentuk APJI di daerah lain di wilayah Kalimantan Barat.

General Manager Pertamina MOR VI Made Ade Putra berharap apa yang dilakukan oleh APJI Kalbar, bisa menjadi contoh bagi pengusaha kuliner lainnya yang ada di Kota Pontianak dan Kalbar umumnya. Sekaligus edukasi ke pengusaha kuliner, bahwa pengusaha kuliner yang memiliki pendapatan diatas 1,5 juta wajib menggunakan elpiji non subsidi.

“Pertamina mengapresiasi APJI Kalbar untuk menggunakan elpiji nonsubsidi. Ini menjadi contoh bagi pengusaha kuliner lainnya. Walaupun baru 37 anggotanya, namun sebagai role model, diharapkan akan memberikan pengaruhnya kepada pengusaha kuliner lainnya,” jelasnya.

Apalagi dengan ini, akan ada efek domino yang akan dirasakan oleh pemerintah daerah karena akan menambah pendapatan asli pada daerah.

Langkah lain dari Pertamina untuk sosialisasi penggunaan elpiji non subsidi yaitu bersama-sama dengan pemda juga melakukan sidak-sidak penggunaan gas elpiji non subsidi. “Ada beberapa pengusaha-pengusaha kuliner yang kami datangi dan kita edukasi agar mengganti ke elpiji 5,5 kg," katanya.

Sementara itu, Pjs. Wali Kota Pontianak Mahmudah menyatakan dukungannya kepada sejummlah pengusaha yang tergabung dalam APJI yang sudah berkomitmen untuk menggunakan elpiji nonsubsidi. "Dengan beralihnya para pengusaha yang tergabung dalam APJI tersebut, maka elpiji tiga kilogram, ke depannya memang benar-benar dimanfaatkan atau digunakan oleh masyarakat yang berhak saja," ujarnya.

Editor: Rachmad Subiyanto

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer