Disdag Kalsel Optimis Harga Sembako Stabil Hingga Idul Adha

Oleh: Arief Rahman 03 Agustus 2018 | 17:49 WIB
Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disdag Kalsel Dina Aulia

Bisnis.com, BANJARMASIN- Dinas Perdagangan (Disdag) Kalsel optimis harga sembako hingga momen hari Raya Idul Adha dapat dinikmati oleh masyarakat Banua secara kompetitif.

Optimisme tersebut bukan tanpa alasan, mengingat sejauh ini pasokan sembako baik yang bersumber dari lokal maupun pulau Jawa masih sangat berlimpah dipasaran.

"Karena berlimpah tadi makanya harganya bisa dijual pedagang dengan harga kompetitif kepada masyarakat hingga Idul Adha," tegas Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disdag Kalsel Dina Aulia, Jumat (3/8/2018).

Memang menurutnya, beberapa waktu lalu ada sejumlah kebutuhan pokok yang harganya mengalami lonjakan, yakni jenis ayam potong dan telur ayam ras. Namun setelah sepekan ini pasokannya mulai lancar, harganya pun sudah menurun drastis.

"Untuk telur ayam Ras jika sebelumnya dijual hingga Rp27.000 perkilo, kini sudah turun menjadi Rp23.000 perkilo. Sementara untuk Ayam Potong kini dijual Rp26.000 perkilonya, dari sebelumnya mencapai Rp35.000 perkilonya," tambahnya.

Sejauh ini dari 23 jenis bahan pokok yang dipantau pihaknya setiap harinya, hanya jenis sayur mayur saja yang mengalami lonjakan beberapa hari terakhir, yakni berkisar Rp200 - Rp2.800 perkilonya.

Ada pun jenis sayur yang mengalami kenaikan adalah cabe merah biasa dari Rp28.889 perkilo menjadi Rp29.778 perkilo, lalu cabe merah keriting dari Rp35.000 perkilo menjadi Rp36.667 perkiko dan Cabe Rawit Merah dari Rp76.111 perkilo menjadi Rp78.889 perkilo.

Kemudian untuk bawang merah dari Rp21.222 perkilo menjadi Rp21.444 perkilo, selanjutnya bawang putih dari Rp21.556 perkilo menjadi Rp21.778 perkilo, lalu Wortel dari Rp13.222 perkilo menjadi Rp13.444 perkilo dan Kentang dari Rp13.444 perkilo menjadi Rp14.000 perkilo.

"Memang ada kenaikan untuk beberapa jenis sayuran, namun kami nilai harganya masih cukup terjangkau bagi masyarakat," tambahnya.

Sedangkan untuk jenis sembako yang sering dibeli masyarakat, mulai dari beras lokal, gula, daging hingga minyak goreng harganya masih terpantau stabil.

Untuk beras lokal dibandrol Rp8.000 - Rp13.000 perkilonya tergantung kualitas, lalu Gula dijual Rp11.200 perkilonya, minya goreng dijual Rp11.500 perliter dan daging dibandrol Rp80.000 - Rp122.000 perkilonya.

"Untuk beras, gula, minyak goreng dan daging semua harganya masih dibawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Bukan hanya dibawah HET, bahkan untuk stoknya sendiri di distributor cukup hingga sampai berakhirnya momen Idul Adha," ungkapnya.

Untuk memastikan aman dan murahnya harga sembako hingga momen Idul Adha, Disdag Kalsel juga rutin melakukan pantauan langsung ke lapangan, baik pasar hingga gudang distributor.

"Jika ada jenis sembako yang mengalami kekurangan stok kami akan langsung berkordinasi kepada distributor, Kementrian hingga Bulog agar bisa secepatnya disuplai guna menghindari kekosongan barang dipasaran," pungkasnya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer