Indosat Pertemukan Stakeholder dalam Business Connect 2018

Oleh: Arief Rahman 24 Oktober 2018 | 16:23 WIB
Indosat Pertemukan Stakeholder dalam Business Connect 2018
CTO Saka Teknologi Rifqie Rusyadi (dari kiri), Group Head Regional Account Indosat Ooredoo Fuli Humairoh, dan Division Head ICT Managed Service Indosat Ooredoo Andri Fisaterdi saat menjadi pembicara dalam Indosat Ooredoo Business Connect 2018 di Banjarmasin, Rabu (24/10). Indosat Ooredoo Business Connect 2018 menghadirkan narasumber ternama yang akan mengulas secara mendalam peran teknologi ICT dalam mendorong terwujudnya transformasi menuju ekonomi digital./JIBI-Arief Rahman

Bisnis.com, BANJARMASIN — Indosat Ooredoo menggelar Business Connect 2018 bertajuk "Building Digital Business" untuk mempertemukan seluruh pemangku kepentingan dalam satu kesempatan.

Banjarmasin merupakan kota pertama penyelenggaraan sebelum nantinya juga akan digelar di Medan. Group Head Regional Account Indosat Fuli Humairoh mengatakan kegiatan ini merupakan acara reguler yang terus dilakukan dari tahun ke tahun dengan tujuan memfasilitasi seluruh stakeholder untuk saling bertemu.

"Pertemuan kali ini diharapkan bisa menjadi sarana silaturahmi Indosat Ooredoo untuk bisa memperkenalkan sudah sejauh mana komitmen kami untuk mendorong era digitalisasi di Banua dapat semakin berkembang," ujarnya, Rabu (24/10/2018).

Fuli menambahkan era digitali saat ini sudah sangat merasuk di hampir seluruh sektor dan bahkan sudah menjadi sebuah kebutuhan untuk tujuan efesiensi dan efektivitas kerja.

Perseroan mengaku selalu turut serta melakukan sosialisasi tentang digital maupun bagaimana memanfaatkannya. Pasalnya, yang paling penting adalah mempersiapkan masyarakat mulai dari usia dini sehingga nantinya tercipta ekosistem yang mendukung.

Seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat saling bertukar informasi dalam pertemuan ini sehingga dapat tercipta ekosistem bisnis digital yang menarik.

“Pemerintah punya regulasi yang mengatur, kami menjadi eksekutor karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, harus didukung pelaku bisnis dan didukung kami sebagai provider untuk mewujudkan cita-cita itu," terangnya.

Sementara itu, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) Hermansyah Manaf mengakui era digital sekarang sudah bertransformasi menjadi sebuah kebutuhan yang tidak boleh dikesampingkan.

Pemprov Kalsel pun mengklaim terus berbenah diri untuk mengalihkan sistem pemerintahan dan pelayanan publik dari offline ke online yang terkoneksi internet dan memakai perangkat digital.

"Hal ini sebagai upaya kita untuk mendorong efektivitas dan efisiensi kerja di lingkungan Pemprov Kalsel demi tercapainya kinerja yang memuaskan," ucapnya.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya