Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

2016, Kasus Demam Berdarah di Kaltim Diprediksi Meningkat

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kalimantan Timur mengalami peningkatan pada awal tahun ini.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 24 Februari 2016  |  16:24 WIB
2016, Kasus Demam Berdarah di Kaltim Diprediksi Meningkat
Fogging - Antara

Kabar24.com, SAMARINDA - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kalimantan Timur mengalami peningkatan pada awal tahun ini.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim Soeharsono mengatakan peningkatan kasus DBD tersebut sejak Januari hingga minggu kedua Februari.

Saat ini, jumlah kasus DBD sudah mencapai 1.760 kasus. Angka tersebut kalau dilihat berdasarkan angka di kabupaten/kota ada yang mengalami peningkatan signifikan.

"Kita sudah menganalisis kondisi di kabupaten/kota, sehingga sudah ada yang bisa ditetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB), namun demikian kita juga sudah menkonfirmasi ke kabupaten/kota untuk melakukan verifikasi data kembali unuk memastikan. Apabila benar dan sudah ditetapkan sebagai KLB, hendaknya segera melaporan ke provinsi," ujarnya seperti yang dikutip Laman Resmi Pemprov, Rabu (24/2/2016).

Dari kabupaten/kota yang paling banyak kasusnya, antara lain Kabupaten Kutai Timur, kemudian Kutai Kartanegara, Berau, Paser, PPU.

Dari 10 kabupate/kota, berdasarkan analisis baru Kota Balikpapan yang tidak termasuk KLB. Sementara daerah lainnya masuk dalam katagori KLB.

Guna penanganan kasus DBD, Pemprov Kaltim memberikan imbauan kepada kabupaten/kota melalui surat edaran Gubernur Kaltim, tertanggal 16 November 2015 agar setiap daerah melakukan langkah pencegahan berkembangnya nyamuk Aedes Aegypti, sebab sebelumnya sudah diprediksi bahwa akan terjadi peningkatan kasus DBD.

Selain itu, Dinkes juga sudah menyiapkan logistik, berupa serbuk larvasida, kemudian obat insektisida untuk fogging, semuanya sudah siap didistribusikan apabila ada kabupaten/kota yang memerlukan, kemudian sudah membentuk pos pemberantasan sarang nyamuk.

"Diharapkan kabupaten/kota bisa membentuk pos tersebut, dengan tugas utama memantau upaya-upaya pemberantasan sarang nyamuk yang ditandai dengan keberhasilan menurunkan angka kasus DBD," katanya.

Soeharsono mengimbau kepada masyarakat melakukan pencegahan secara efektif dengan gerakan 3 M plus T (menguras, menutup, mendaur ulang barang-barang bekas yang bisa menjadi tempat bersarangnya nyamuk.

"Kemudian tabur serbuk larvasida (abate) atau upaya-upaya yang lain seperti melakukan menyemprotan di rumah masing-masing," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

demam berdarah
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top