Biaya Sewa di Singapura Tiga kali Lipat, Trakindo Geser Alat Berat ke Balikpapan

Trakindo telah memindahkan sebagian pusat logistiknya dari Singapura ke Balikpapan, di Pelabuhan Logistik Berikat yang dioperasikan oleh PT CKB.
Nadya Kurnia | 07 November 2016 15:30 WIB
Teknisi melakukan perbaikan alat berat di bengkel PT Trakindo canag Makassar, Sulawesi Selatan. - JIBI / Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Trakindo telah memindahkan sebagian pusat logistiknya dari Singapura ke Balikpapan, di Pelabuhan Logistik Berikat yang dioperasikan oleh PT CKB.

Sebelumnya, Trakindo memanfaatkan lahan seluas 7 hektare sebagai pusat logistiknya di Singapura. Sebanyak 80% unit alat berat yang diterima masih disimpan di Jakarta, sementara sisanya di PLB CKB Balikpapan.

Prime Product Supply Chain Head Trakindo Utama RM Boedi Santoso mengatakan, proporsi itu akan berubah secara bertahap sebab alokasi alat berat yang disimpan di Jakarta adalah untuk kegiatan pertambangan di Kaltim.

Sebelumnya, jika ada pelanggan Trakindo membutuhkan alat berat, maka akan dikirim dari Singapura ke Indonesia dan memakan waktu dua minggu lebih. Dengan adanya PLB CKB Balikpapan, alat berat yang sudah diimpor dan disimpan di pelabuhan dapat langsung dikirim ke konsumen dalam dua hari.

"Itu dari sisi waktu. Dari sisi biaya, kami bisa menghemat biaya penumpukan di luar negeri yang luar biasa. Penghematan secara total bisa mencapai 60–70% dibandingkan sebelum adanya PLB. Biaya sewa di Singapore lebih dari 3 kali lipat dari biaya sewa di Indonesia. Jadi, jelas sangat menguntungkan," jelasnya, belum lama ini.

Selain itu, dia juga berharap rencana pembukaan direct call atau pelayaran internasional langsung oleh PT Kaltim Kariangau Terminal dapat segera terealisasi.

Secara tak langsung, keberadaan PLB dan berjalannya direct call akan saling memaksimalkan fungsi masing-masing. Barang-barang yang masuk dari luar negeri dapat disimpan di PLB dan para pelaku usaha akan lebih mudah mendatangkan barang.

Boedi mengungkapkan, pihak manufaktur alat berat yang menjadi pemasok Trakindo telah menyatakan keinginnya untuk mengirimkan unit-unit alat berat pertambangan langsung dari negaranya ke Balikpapan sejak lima tahun yang lalu.

"Namun waktu itu fasilitas pelabuhan di Balikpapan belum memungkinkan. Sekarang  sudah ada PLB, tinggal menunggu berjalannya direct call dari Balikpapan ke luar negeri."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
trakindo

Editor : Yoseph Pencawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top