Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kaltim Menargetkan Tekan Emisi Karbon 19,07%

Pemprov Kalimantan Timur menargetkan penurunan emisi karbon sebesar 19,07% pada 2020, salah satunya menekan kerusakan hutan dan lahan.
Yanuarius Viodeogo
Yanuarius Viodeogo - Bisnis.com 08 September 2018  |  15:57 WIB
Kaltim Menargetkan Tekan Emisi Karbon 19,07%
Ilustrasi - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemprov Kalimantan Timur menargetkan penurunan emisi karbon sebesar 19,07% pada 2020, salah satunya menekan kerusakan hutan dan lahan. 


Gubernur Kaltim Awan Faroek Ishak mengatakan, Kaltim memiliki peran sebesar 70% dalam menyumbang emisi karbon berbasis lahan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan. 


"Oleh karena itu, tanggung jawab kita bersama untuk melakukan tindakan-tindakan berupa pencegahan dan penanggulangan. Bahkan perlu peraturan dan sanksi bagi para pelanggar berupa  pidana, denda dan sanksi administratif pencabutan izin usaha,” kata Awang dari siaran pers Pemprov Kaltim, Jumat (7/9). 


Dia nengatakan tidak segan memberikan sanksi kepada pelaku usaha di bidabg kehutanan dan perkebunan yang tidak mampu mengendalikan karhutla karena merupakan tanggung jawab mereka. 


Pasalnya, lanjut Awang, dia bisa memberi sanksi berupa pencabutan ijin usaha pada perusahan yang melakukan pembakaran. 


Kendati, menurutnya, karhutla di Kaltim minim terjadi tidak seperti di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Riau. Namun, dia meminta agar Kaltim tidak lalai sehingga peristiwa karhutla bisa ditekan sedini mungkin. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kalimantan timur emisi karbon
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top