Konsumsi Berkurang, Harga Gula Berangsur Turun

Momen Ramadhan dan Lebaran telah usai, konsumsi gula pun oleh masyarakat Banua mulai berangsur turun beberapa hari terakhir
Arief Rahman | 10 Juni 2019 21:44 WIB
Salah satu pedagang gula dipasar tradisional sedang mengemasi gula pasir untuk dijual kembali - Arief Rahman

Bisnis.com, BANJARMASIN- Momen Ramadan dan Lebaran telah usai, konsumsi gula pun oleh masyarakat Banua mulai berangsur turun beberapa hari terakhir. 

Ketua Asosiasi Persatuan Gula Bersatu Kalsel H Aftahuddin mengatakan, dengan turunnya tingkat konsumsi gula masyarakat Banua kini, sangatlah berpengaruh terhadap harga gula dipasaran. 

Apalagi turunnya konsumsi juga ditopang dengan masih banyaknya stok gula di gudang yang masih mencapai 6.000 Ton. Stok tersebut tentunya cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 15 hari kedepan.

"Saat ini harga gula sudah turun menjadi Rp11.800 perkilonya ditingkat distributor dan  Rp12.500 - Rp13.000 perkilonya untuk eceran. Padahal sebelumnya ditingkat distributor mencapai Rp12.400 perkilonya dan Rp13.500 - Rp14.000 ditingkat eceran," ungkapnya, Senin (10/06/2019).

Turunnya tingkat konsumsi tersebut sudah biasa terjadi tiap tahunnya. Bahkan diprediksi akan terus turun hingga momen lebaran Idul Adha berakhir.

"Kalau momen Idul Adha banyak warga Kalsel yang melaksanakan lebaran di Arab Saudi. Jadi tentu saat itu wajar kalau konsumsi gula ikut mengalami penurunan," tambahnya.

Pada momen Ramadhan lalu konsumsi masyarakat Banua terhadap gula naik hingga 15 persen dari kebutuhan normal pada hari biasa yang rata-rata tembus hingga diangka 10.000 Ton perbulannya. 

"Naiknya kebutuhan masyarakat Banua terhadap gula di momen Ramadhan karena banyaknya pedagang musiman yang berjualan kue basah dan kering untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gula

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top